Kupang, Krsumsel.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 1,25-2,5 meter di dua wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (6/4) hingga Kamis (9/4).
“Tinggi gelombang hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Sumba bagian barat dan perairan selatan Sumba,”kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga di Kupang, Senin (6/4).
Hal itu disampaikan berkaitan dengan informasi tinggi gelombang laut NTT pada awal April 2026, sebagai acuan kepada masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut.
“Pada saat ini pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari timur laut menuju tenggara dengan kecepatan angin berkisar antara 4-20 knot,”katanya.
Baca juga: Onani Sambil Ngintip IRT Menyusui, BR Dilaporkan ke Polisi
Ia menyebutkan, kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, dan perairan selatan Sumba dan perairan Sabu-Raijua.
Selain itu juga terpantau di perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu dan perairan selatan Timor-Rote yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah perairan tersebut.
Untuk itu kata Yandri, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi yang berlalu mulai Senin (6/4) hingga Kamis (9/4).
BMKG mengimbau kepada pengguna perahu nelayan untuk waspada apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara bagi operator kapal tongkang diminta meningkatkan kewaspadaan jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
Lebih lanjut kata dia, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir sekitar perairan terdampak diminta untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi serta terus mengikuti perkembangan informasi terkini dari BMKG.
Adapun informasi terkini dari Stasiun Meteorologi Maritim Tenau dapat dipantau melalui situs maritim.ntt.bmkg.go.id, nomor telepon 0812-1512-2192, serta media sosial Instagram @bmkg.maritim.tenau.(Net)

















