Cilacap, krsumsel.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas wilayah Jawa Tengah (Jateng) masih diguyur hujan pada April 2026 berdasarkan hasil pemantauan dan prakiraan terbaru.
“Berdasarkan data BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, sebagian besar wilayah masih mengalami hujan hingga akhir Maret 2026, dengan kriteria hari tanpa hujan tergolong sangat pendek, yakni satu hingga lima hari,”kata Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Kamis (2/4)
Ia mengatakan, dari analisis curah hujan dasarian ketiga Maret 2026 atau periode 21-31 Maret, sebagian besar wilayah Jawa Tengah berada pada kategori menengah hingga tinggi, yakni berkisar 51-300 milimeter per dasarian.
Kendati demikian, beberapa wilayah seperti Kabupaten Wonogiri, Rembang, Pati, Purworejo, Kebumen dan Klaten serta sebagian wilayah Blora, Brebes, Banyumas, Wonosobo dan Kota Tegal tercatat dalam kategori rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian.
Baca juga: Inflasi Sumsel Maret 2026 Melandai, Lebih Rendah dari Nasional
Curah hujan dengan kategori sangat tinggi, yakni di atas 300 milimeter per dasarian, terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Tegal, Pemalang, Banyumas dan Purbalingga serta sebagian kecil wilayah Batang, Kendal, Blora dan Karanganyar.
Terkait dengan prediksi probabilistik dasarian pertama April 2026, Teguh mengatakan peluang curah hujan lebih dari 60 persen berada pada kategori menengah di seluruh wilayah Jawa Tengah.
“Tidak ada wilayah dengan peluang lebih dari 60 persen untuk kategori tinggi maupun rendah. Seluruh Jawa Tengah berpeluang berada pada kategori menengah,”katanya.
Berdasarkan prediksi deterministik kata dia, pada dasarian pertama April 2026 seluruh wilayah Jawa Tengah diperkirakan berada pada kategori menengah dengan kisaran 51–150 milimeter per dasarian.
Pada dasarian kedua April, sebagian besar wilayah masih berada pada kategori menengah, meskipun beberapa daerah, seperti Jepara, Pati, Kudus, Rembang, serta sebagian wilayah Cilacap, Purworejo, dan Wonogiri diprakirakan masuk kategori rendah.
Pada dasarian ketiga April hingga dasarian pertama Mei 2026, curah hujan di Jawa Tengah secara umum diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah, berkisar 21-75 milimeter per dasarian.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi selama masa peralihan musim, meskipun tren curah hujan secara bertahap mulai menurun,”kata Teguh.(net)

















