Jakarta, KRsumsel.com – Pengatur lalu lintas ilegal atau sering disebut “pak ogah” menjadi kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang paling banyak ditangkap di wilayah Jakarta Barat (Jakbar).
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat Fajar Laksono mengatakan, pada Januari hingga Februari 2026, pihaknya telah menjaring sebanyak 346 PPKS.
“Paling banyak pak ogah 116, lalu gelandangan 66 orang, psikotik 63 orang dan lainnya dari berbagai kategori,”kata Fajar saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (18/3).
Ratusan PPKS itu dijaring dari sejumlah titik rawan di wilayah Jakarta Barat, di antaranya Terminal Kalideres, flyover Cengkareng, flyover Slipi, flyover Tomang, flyover Grogol, flyover Jembatan Dua dan sekitar kawasan Kota Tua.
Sebagian besar PPKS itu dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk mendapatkan pembinaan dasar melalui asesmen petugas.
“Jika didapati PPKS bukan berasal dari DKI Jakarta, maka PPKS tersebut direncanakan untuk dipulangkan ke daerah asal,”ujar Fajar.
Namun sambung dia, apabila PPKS itu berasal dari Jakarta dan tidak memiliki keluarga, maka akan dirujuk ke panti pembinaan lanjutan.
“Perujukan pembinaan sesuai dengan klasifikasi hasil asesmen,” ungkap Fajar.
Seperti diketahui, Suku Dinas Sosial Jakarta Barat menempatkan posko Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) di lokasi-lokasi tersebut sebagai basis pengawasan.(net)

















