Mudik Gratis IKPM Sumatera Selatan–DIY di Griya Agung: Perjalanan Pulang yang Menguatkan Harapan dan Kebersamaan

oleh

Palembang, KRsumsel.com — Rasa haru dan syukur menyelimuti rombongan mudik gratis Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumatera Selatan–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Griya Agung Palembang.

Program Mudik Gratis Antar Provinsi Yogyakarta–Sumatera Selatan yang dilanjutkan dengan program AKDP (Antar Kabupaten/Kota Dalam Provinsi) ini menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat perantauan.

Sebanyak kurang lebih 100 peserta mudik beserta panitia yang terbagi dalam armada bus dan kereta api (KAI) berhasil tiba dengan selamat. Kedatangan disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., bersama Kepala Dinas Perhubungan, Musni Wijaya, S.Sos., M.Si., sebagai bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah terhadap mahasiswa di perantauan.

Ketua Umum IKPM Sumatera Selatan–DIY, Thomas Antoni, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran perjalanan serta apresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah provinsi. Namun di balik keberhasilan ini, ia juga menyampaikan satu hal yang cukup menyentuh: masih banyak mahasiswa yang belum mendapatkan kesempatan untuk ikut mudik karena keterbatasan kuota.

Baca juga: Bus PO Anugerah Masuk ke Jurang di Lahat

“Program ini sangat dirasakan manfaatnya. Tapi di sisi lain, masih banyak teman-teman yang belum terakomodasi. Harapan kami, ke depan kuota mudik gratis ini bisa ditambah agar lebih banyak mahasiswa Sumatera Selatan di perantauan yang bisa pulang dan merasakan kebersamaan dengan keluarga,” ungkapnya.

Bagi IKPM Sumsel–DIY, mudik bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan perjalanan nilai. Di dalamnya ada rindu yang terobati, ada silaturahmi yang kembali terjalin, dan ada identitas yang kembali diteguhkan. Tradisi mudik yang telah mengakar dalam budaya masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Selatan, menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun seseorang merantau, kampung halaman tetap menjadi tempat kembali.

Lebih dari itu, mudik juga dimaknai sebagai momentum kembali pada fitrah setelah menjalani ibadah Ramadhan. Dalam konteks mahasiswa, semangat ini diterjemahkan sebagai titik balik untuk membangun energi baru — semangat untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat, organisasi, dan almamater.

Thomas Antoni juga menegaskan bahwa para peserta mudik hari ini bukan sekadar penumpang perjalanan, melainkan bagian dari estafet kepemimpinan IKPM Sumatera Selatan–DIY di masa depan. Mereka adalah generasi yang akan melanjutkan perjuangan, membawa nilai kebersamaan, serta menjaga nama baik Sumatera Selatan di perantauan.

Sebagai penutup, Thomas Antoni menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas fasilitasi program Mudik Gratis ini. Ia juga mengapresiasi peran pemerintah yang telah mendukung secara nyata hingga program ini dapat terlaksana dengan baik.

“Teriring doa kami, semoga perjalanan mudik ini menjadi keberkahan bagi semua. Semoga seluruh peserta tiba dengan selamat, dan kembali membawa semangat baru untuk terus berkontribusi bagi Sumatera Selatan,” tutupnya.

Program ini bukan hanya tentang pulang, tetapi tentang bagaimana pemerintah dan mahasiswa saling hadir, saling mendukung, dan bersama-sama membangun harapan. Karena sejatinya, masa depan daerah tidak hanya ditentukan di ruang-ruang kebijakan, tetapi juga dari langkah-langkah kecil mahasiswa yang hari ini pulang — untuk esok kembali dan mengabdi.(****)