Stabilitas Harga Ramadan: Sinergi Kuat Pemprov & Bank Indonesia

oleh
Oplus_16908288

KRSumsel.com, Palembang – Langkah nyata diambil Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan dalam menekan laju inflasi menjelang Idulfitri 1447 H.

Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), kolaborasi ini meluncurkan Operasi Pasar Murah (OPM) sebagai solusi menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Aksi perdana ini resmi digelar pada 5 Maret 2026 di Komplek Ilir Barat Permai, Palembang. Dalam sambutan Gubernur Sumatera Selatan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah, ditegaskan bahwa langkah ini merupakan respons cepat dan terukur guna meredam gejolak harga di tengah meningkatnya kebutuhan warga di bulan suci.

Bambang Pramono selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan mengatakan “Berdasarkan rilis BPS, inflasi Sumatera Selatan pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,36% (year-on-year) dan 0,58% (month-to-month), meningkat dibandingkan Januari 2026 yang tercatat 3,33% (yoy) dan 0,05% (mtm). Secara historis, periode Ramadan dan Idulfitri berpotensi meningkatkan tekanan harga, khususnya pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.” ujarnya.

Baca juga: Demi Nama Baiknya, Amirudin Laporkan STM ke Polda Sumsel

Dikatakannya, sebagai langkah konkret, OPM dilaksanakan di empat lokasi selama Ramadan 2026, yaitu Komplek Ilir Barat Permai (5 Maret 2026), Halaman UPTD Dishub Provinsi Sumatera Selatan (10 Maret 2026), Halaman Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (11 Maret 2026), dan TPA Sukawinatan (17 Maret 2026). Dalam empat pelaksanaan OPM tersebut, disediakan 14 komoditas pangan strategis dengan harga subsidi yang didukung oleh Bank Indonesia, BUMN dan BUMD, serta instansi vertikal terkait. Adapun besaran subsidi sebesar Rp4.000 s.d. Rp20.000 per kg untuk masing-masing komoditas.

Menurutnya, komoditas bersubsidi yang tersedia pada OPM tersebut adalah minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, aneka cabai, daging ayam ras, daging beku, dan aneka ikan. Sementara beras SPHP terdapat subsidi ongkos angkut, dengan harga jual Rp56.000 per 5 kg dan alokasi 8 ton per titik kegiatan.Secara keseluruhan, volume komoditas yang disalurkan pada empat titik mencapai 32 ton beras SPHP, ±9.000 liter minyak goreng, ±2,2 ton telur ayam, ±1,7 ton daging ayam ras, serta komoditas pangan lainnya dalam jumlah relatif besar untuk menjangkau kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut dikatakannya, selain OPM, Pemerintah Provinsi dan Bank Indonesia juga melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 3 Maret 2026 di Halaman Masjid Ar Rahman Talang Kelapa dan 12 Maret 2026 di Halaman Kantor DKPP Provinsi Sumatera Selatan.

Upaya ini diperkuat melalui sidak pasar, pengawasan distributor dan produsen, serta monitoring stok dan distribusi bersama Satgas Pangan dan TPID kabupaten/kota untuk mencegah penimbunan dan menjaga kelancaran pasokan.

Sinergi lintas sektor ini merupakan implementasi strategi pengendalian inflasi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Bank Indonesia berkomitmen menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran nasional 2,5% ± 1%, serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan aman, tenang, dan penuh keberkahan.” pungkasnya. (edi)