Perkuat Layanan Kas Hingga Wilayah Terpencil, BI Sumsel Susur Sungai Musi 

oleh

KRSumsel.com, Palembang – Menggelar Ekspedisi Rupiah Kas Keliling Susur Sungai Musi yang di lakukan Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan ekonomi negara. Kegiatan yang berpusat di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang Riverside ini, merupakan bagian integral dari program nasional “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”, dengan misi utama menjangkau layanan kas hingga ke wilayah terpencil yang berlangsung selama tiga hari hingga 27 Oktober 2025 ini akan membawa tim menyusuri Sungai Musi menuju wilayah pesisir Kabupaten Banyuasin, khususnya ke tiga desa: Lebung, Muara Lematang, dan Semuntul.

Hal ini disampaikan Bambang Pramono selaku Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel.

“Pentingnya kegiatan ini sebagai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang di mana kami diamanatkan untuk melaksanakan tugas dan kewenangan dalam pengelolaan uang Rupiah mulai dari tahap perencanaan kemudian pencetakan pengeluaran pengedaran pencabutan dan penarikan hingga pemusnahannya ini tahapan yang tidak dia sembarang kita lakukan” ujarnya.

Dikatakannya, seluruh proses uang tersebut kita jamin kesediaannya, kepada seluruh masyarakat, mulai dari kelayakannya kemudian denominasinya yang pas apa yang paling banyak dipakai kebanyakan ada istilah kami Uang pecahan besar dan Uang pecahan kecil yang besar itu biasanya agak lama untuk rusaknya jadi untuk ditarik dan direncanakannya agak lama tapi yang kecil ini sangat sering, pencetan uang sendiri itu memerlukan biaya yang tidak sedikit, maka dari itu kami juga diminta selain untuk amannya dari pemalsuan Bagaimana menjunjung tinggi prinsip-prinsip efisiensi untuk kepentingan nasional dulu Kami punya stok Iron stock tuh bisa 6 bulan.

“Sebenarnya pencetakan uang itu mahal akibatnya dikurangin kemudian kita harus benar-benar akurat, makanya kami bersama kawan-kawan perbankan setiap periode melakukan estimasi kebutuhan uang jadi dari yang ada kita lihat jangan sampai kita mencetak terlalu banyak kita taruh di kas kemudian enggak terpakai itu kan berarti inefisien ini menjadi temuan BPK juga dan kami kemudian koreksi untuk kemudian kita perbaiki hingga sekarang ini” ujarnya.

Baca juga: Gempa M5,0 di Nagan Raya Aceh Akibat Sesar Besar Sumatera

Dikatakannya, untuk itu maka menjadi penting sekalian di dalam melaksanakan tugas pengedaran uang ini ada dua hal yang pertama distribusi uang dan layanan kas kalau distribusi uang biasanya Khasanah kami di kantor pusat kepada Khazanah tanpa perwakilan kami sendiri ada sistem wilayah kerja wilayah kerja dipastikan kita memenuhi kayak Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Babel untuk wilayah kami itu kemudian kalau memang uang yang banyak keluar ke wilayah Sumatera Selatan atau Sumatera kebanyakan maka kita harus kirim kembali ke kantor pusat itu manajemen keuangan seperti itu karena jangan sampai uangnya berlebih kemudian ada permasalahan penyimpanan juga karena ini ada salah satu bentuk objek wisata negara dalam layanan kas ini kami banyak dibantu perbankan bagaimana tadi menyiapkan uang kepada masyarakat melalui penarikan dan penyetoran oleh perbankan kami juga apabila wilayah terlalu jauh seperti di Musi Banyuasin.

“Kami kerjasama dengan perbankan bisa jadi tidak hanya dengan perbankan bisa juga mungkin dengan kantor pos. Tapi sementara ini masih belum, kita masih dengan perbankan ini yang kami lakukan dan bagaimana kemudian uang rusuh kita lihat kalau sudah dia tidak layaknya dan maka kemudian kita hancurkan kita musnahkan.” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, hari ini kita berada di dalam kegiatan Susur Sungai Musi salah satu kegiatan inovasi dari kawan-kawan pejuang rupiah di Bank Indonesia bersama angkatan laut yang didukung penuh.

Terima kasih buat Pak Vektor sekali lagi ini Pak Faisal menjadi contoh promo model untuk kemudian dilakukan di seluruh wilayah kerja Bank Indonesia yang lain khususnya dengan karakteristik yang sama seperti di Kalimantan bagaimana kita melakukan sesuatu karena membawa waktu itu bukan sesuatu yang mudah yang aman kawan-kawan Brimob sudah seringkali ada yang sampai kalau daerahnya ada gerakan pengaman pengacau pengamanan kalau di film-film itu kan seperti yang kalau Fast Furious filmnya gitu kan sampai di bom segala macam itu pernah ada kejadian di daerah Timur sana khususnya, nah ini nyawa taruhan nya begitupun kawan-kawan yang melakukan tugas susur bukan sesuatu hal yang mudah nyawa pertaruhannya makanya sepertinya simpel dan gampang tetapi nyawa taruhannya maka ini adalah bentuk perjuangan.

“Buat kawan-kawan pejuang rupiah dibantu Brimob dibantu dengan TNI AL Ini memenuhi kepergian kali ini akan ke Desa Kabupaten Banyuasin ada 3 Desa,

Desa Lebung, Desa Muara Lematang, dan Desa Semuntul. Kami membawa sejumlah 2 miliar dalam jumlah Kombinasi yang kami perkirakan memang banyak dibutuhkan di sana mudah-mudahan ini salah satu upaya kita bersama Bank Indonesia kemudian Angkatan Laut, Brimob dan terpenting terdepan dan terjauh kali ini kita ke tepian sungai Musi” ungkasnya. (edi)