Pengawasan Program MBG di Sumut Diperketat Cegah Keracunan 

oleh

Medan, KRsumsel.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) menyerukan perketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah provinsi itu.

“Hasil uji sampel makanan dikirim ke BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) Medan, ada kandungan bakteri yang melebihi ambang batas,”ucap Kepala Dinkes Sumut Faisal Hasrimy di Medan, Jumat (24/10).

Ia menjelaskan, terdapat dua jenis bakteri berbahaya dalam makanan Program MBG yang dikonsumsi oleh siswa SMP Negeri 1 Laguboti yakni Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus.

Kedua jenis bakteri berbahaya itu lanjutnya, menjadi penyebab kasus keracunan makanan terhadap 134 siswa SMP Negeri 1 Laguboti, Kabupaten Toba, pada Rabu (15/10).

Di antara siswa yang keracunan mengalami gejala mual, muntah, sakit kepala, pusing, nyeri tenggorokan, diare, dan sesak napas, setelah menyantap menu makanan Program MBG.

Baca juga; KONI Berharap Masing-Masing Provinsi Mengembangkan Ju-jitsu

“Ini kasus pertama dan kami tidak ingin hal serupa terulang lagi. Karena itu kami bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat pengawasan rantai pasok bahan pangan hingga menjadi makanan layak dikonsumsi,”ucapnya.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mendukung penuh pelaksanaan Program MBG sebagai upaya peningkatan gizi anak sekolah. Oleh karena itu, lanjut dia, aspek keamanan pangan menjadi prioritas utama yang perhatian pemerintah daerah.

“Ada lima hal yang menjadi penekanan Pemprov Sumut untuk mencegah kejadian serupa terulang lagi,”papar Faisal.

Pertama ungkap dia, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sumut diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kedua, menjamin kebersihan pangan, alat masak, dan wadah saji. Ketiga, memastikan distribusi makanan berjalan cepat dan tepat.

Keempat, penjamah makanan diwajibkan memiliki sertifikat laik higiene sanitasi, dan terakhir segera melapor jika muncul gangguan pencernaan usai mengonsumsi Program MBG.

“Kami terus memastikan agar penanganan anak-anak sekolah yang terdampak berjalan optimal,”tutur Faisal Hasrimy.(net)