Kudus, KRsumsel.com – KONI Pusat berharap masing-masing provinsi bisa mengembangkan cabang olahraga ju-jitsu yang memang cabang olahraga baru dan pada PON Bela Diri Kudus juga dipertandingkan sebagai bagian upaya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.
“Cabang olahraga ju-jitsu ini memang sangat baru bagi kami. Mudah-mudahan semakin dikenal karena ikut dipertandingkan di ajang PON Bela Diri 2025 di Kudus ini,”kata Wakil Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno di Kudus, Jumat (24/10).
Karena pengurus KONI provinsi di Indonesia juga hadir di ajang PON Bela Diri Kudus ini, baik yang bertanding maupun belum, diharapkan nantinya saat kembali ke daerahnya masing-masing mempunyai pemikiran untuk bisa mengembangkan pengurus provinsi (Pengprov) ju-jitsu.
Baca juga: Menteri ESDM: Proses Hukum Temuan Tambang Ilegal di Mandalika
Ia bercerita, olahraga bela diri ju-jitsu itu muncul pada tahun 2018, saat Indonesia menjadi tuan rumah Asia Games.
Pada saat itu kata dia, muncul cabang-cabang olahraga pilihan Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia/OCA) dan Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC), yakni kurats, sambo dan ju-jitsu.
“Kita semuanya waktu itu belum punya cabang olahraga ju-jitsu. Ternyata setelah kita melihat bagaimana di lapangan dan sebagainya rupanya ini juga merupakan pengembangan dari cabang-cabang yang sudah ada,”ujarnya.
Contohnya kata dia, yang dekat itu ada judo, gulat, dan beberapa cabang olahraga yang lain. Sehingga sambo dan ju-jitsu juga dipertandingkan di ajang PON Bela Diri Kudus, sekaligus ajang sosialisasi kepada pengurus KONI provinsi.(net)


















