Mahasiswa Bende Seguguk di Jogjakarta Harapkan Bupati OKI Hadiri Pengukuhan

oleh

Yogyakarta, KRSUMSEL.COM – Musyawarah Anggota Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (IKPM) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), berharap Bupati OKI H Muchendi dapat menghadiri pada Pengukuhan IKPM.

Hal tersebut menyusul telah diadakannya Musyawarah Anggota IKPM Kabupaten OKI dengan tema:  “Meneguhkan Persatuan, Menguatkan Perjuangan” yang diadakan tanggal 30–31 Agustus 2025, yang lalu.

Tema ini diimplementasikan melalui semangat persatuan mahasiswa rantau Bumi Bende Seguguk di Bumi Mataram, yang selama ini menjadi dasar kebersamaan di tanah perantauan.

Adapun hasil dari musyawarah anggota tersebut adalah pemilihan ketua baru periode 2025–2026 IKPM Komisariat Bende Seguguk, yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi.

Dari proses demokratis tersebut, terpilihlah M Rahman Aria Pratama sebagai nahkoda baru IKPM Komisariat Bende Seguguk, yang sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Umum.

Dalam sambutannya, Ketua baru M Rahman Aria Pratama menyampaikan harapan agar pemerintah Kabupaten OKI kembali terkoneksi dengan mahasiswa perantauan.

M Rahman Aria Pratama menekankan pentingnya perhatian pada renovasi Asrama KABOKI, yang merupakan aset berharga dan simbol kebersamaan mahasiswa OKI di Yogyakarta.

Selain itu, juga berharap Bupati OKI berkenan hadir mengukuhkan serta melantik pengurus baru IKPM Komisariat Bende Seguguk, sehingga ke depan organisasi ini dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan bersama.

 

Kritik Membangun

 

Dalam semangat cinta daerah dan komitmen membangun, para mahasiswa menyampaikan beberapa catatan kritis yang membangun:

1. Kurangnya Perhatian Terhadap Fasilitas Pendidikan di Luar Daerah Pemerintah Kabupaten OKI perlu menyadari bahwa investasi pada mahasiswa di perantauan adalah investasi jangka panjang. Dukungan tidak hanya bersifat material, tetapi juga simbolik seperti kehadiran dalam kegiatan strategis mahasiswa.

2. Minimnya Pendataan dan Komunikasi Formal Belum adanya basis data resmi dan komunikasi berkala antara pemerintah daerah dan mahasiswa OKI di luar daerah membuat koordinasi tidak optimal. Disarankan adanya pembentukan tim atau desk khusus mahasiswa perantauan di bawah Dinas Pendidikan atau Kesra.

3. Kebutuhan Renovasi Asrama Kondisi asrama yang sudah melewati hampir satu dekade tanpa pembaruan menimbulkan kekhawatiran akan kelayakan dan kenyamanan hunian. Pemerintah perlu mempertimbangkan alokasi dana APBD atau CSR untuk revitalisasi asrama mahasiswa OKI di Yogyakarta.

4. Kurangnya Ruang Dialog Strategis Diperlukan forum tahunan atau triwulanan antara mahasiswa perantauan dan Pemda OKI untuk membahas pengembangan sumber daya manusia OKI secara menyeluruh. Ini akan menjadi jembatan antara perencanaan daerah dan realitas dunia akademik.

Penutup

 

Mahasiswa OKI di Yogyakarta, sebagai bagian dari anak bangsa, bukan hanya membawa nama daerah, tetapi juga mengemban tanggung jawab moral untuk kembali membangun tanah kelahiran mereka kelak.

Dalam semangat “Bende Seguguk”, mereka berharap pemerintah daerah hadir bukan hanya sebagai pelindung administratif, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan manusia OKI.

Saatnya membangun sinergi. Saatnya Bupati OKI hadir di jantung Kota Pelajar.

Sejarah Asrama Mahasiswa KABOKI

Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1969, berdirilah sebuah tempat bernama Asrama Mahasiswa KABOKI (Kabupaten Ogan Komering Ilir) yang menjadi rumah singgah dan pusat pengembangan diri mahasiswa OKI di Yogyakarta.

Asrama ini bukan sekadar bangunan, melainkan saksi bisu tekad dan solidaritas pelajar dari tanah Bende Seguguk untuk menuntut ilmu di perantauan.

Seiring berjalannya waktu, dibentuklah organisasi Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) OKI Yogyakarta.

Organisasi ini menjadi wadah resmi yang menghimpun pelajar dan mahasiswa OKI yang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 500 orang, tersebar di berbagai kampus ternama seperti UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga, UII, UAD, dan perguruan tinggi lainnya.

Di tengah keberagaman latar belakang akademik, semangat kekeluargaan dan kedaerahan tetap menjadi perekat utama.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, muncul kebutuhan besar untuk menghubungkan kembali ikatan antara mahasiswa dan pemerintah daerah. Mahasiswa menyadari bahwa peran pemerintah sangat vital, tidak hanya sebagai fasilitator administratif, tetapi juga sebagai motivator dan pengarah pembangunan sumber daya manusia daerah.

Sebagai wujud nyata keinginan itu, pada bulan Maret 2025, tiga mahasiswa yang merupakan representasi Asrama KABOKI

Andre Dwi Prasaja, Ketua Asrama KABOKI, M Rahman Aria Pratama, Bendahara Umum Asrama dan Iskandar, anggota bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM)

melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten OKI yang diterima oleh Staf Ahli Bupati OKI Aris Panani.

Audiensi tersebut bertujuan untuk menyampaikan beberapa hal strategis, termasuk rencana pengukuhan pengurus baru IKPM OKI yang akan dilaksanakan pada bulan oktober 2025.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa berharap Bupati OKI dan jajaran pemerintahannya berkenan hadir secara langsung ke Yogyakarta, tidak hanya untuk memberikan arahan dan support moral, tetapi juga untuk mengukuhkan pengurus baru sebagai bentuk simbolik dan legitimasi organisasi yang lebih kuat.