Koba, KRsumsel.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mulai membahas pembangunan perumahan tahap dua bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau bagi para abdi negara di daerah itu.
“Untuk tahap pertama sudah berhasil kita bangun sebanyak 73 unit dengan spesifikasi tipe 36 dan dilanjutkan pada progres tahap dua sebanyak 50 unit dengan tipe yang sama,”kata Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Koba, Rabu (3/9).
Ia menjelaskan, pembangunan perumahan ASN tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Koperasi Korpri dan pengembang perumahan.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bangka Tengah, jumlah ASN di daerah itu mencapai lebih dari 3.000 orang dan sekitar 40 persen diantaranya belum memiliki rumah pribadi.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah menghadirkan program perumahan khusus ASN secara bertahap.
Baca juga: Enam Anggota Polres Metro Jaktim Terluka Akibat Penyerangan Massa
“Koperasi Korpri memang dibentuk untuk membantu ASN. Program pembangunan rumah ini agar ASN yang belum memiliki rumah pribadi mendapat kesempatan memiliki hunian sendiri,”ujarnya.
Efrianda menegaskan, program tersebut bukan pemberian rumah gratis, melainkan pembangunan rumah melalui pengembang dengan harga lebih rendah dibandingkan pasaran.
“Ini bukan bagi-bagi rumah gratis. Pemkab sudah menunjuk pengembang yang bekerja sama dengan kita agar perumahan ASN ini bisa dioptimalkan dengan harga seminim mungkin, namun tetap memiliki fasilitas layak,”katanya.
Sementara itu Ketua Koperasi Pegawai Negeri Bangka Tengah Erwin, mengatakan program perumahan ASN tahap dua tersebut dibangun di atas lahan seluas empat hektare di Jalan Merdeka (Bypass) Koba.
“Pada tahap pertama sudah dibangun 73 rumah dan kini dilanjutkan dengan tahap kedua sebanyak 50 unit,”ujarnya. Ia menjelaskan, Koperasi Korpri bertindak sebagai pengelola dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui kerja sama dengan perbankan.
“Kalau KPR di Babel ini harga pasarnya sekitar Rp173 juta, tetapi program perumahan ASN ini harganya di bawah itu. Saat ini kita masih mempelajari detail pelaksanaan dan prosedurnya, setelah dipastikan baru akan kita lanjutkan,”katanya.(net)

















