Pemkab Siak Riau Apresiasi Investasi Galangan Kapal Rp300 Miliar

oleh

Siak, KRsumsel.com – Pemerintah Kabupaten Siak Provinsi Riau menyambut baik investasi untuk pembangunan industri galangan kapal terpadu PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) di Kawasan Industri Tanjung Buton senilai Rp300 miliar lebih.

Bupati Siak Afni Z menyatakan, galangan kapal ini diproyeksikan menjadi pusat layanan perbaikan dan pembangunan kapal terbesar se-Sumatra. Peresmian dibuka dengan pembangunan dan pembukaan akses jalan sepanjang 1,2 kilometer dengan investasi tahap pertamanya Rp100 miliar lebih.

‘Ini menjadi awal kebangkitan KITB yang baik. Saya berterima kasih kepada PT MNS yang dengan berani mengucurkan investasi besar di KITB. Kepercayaan investor adalah modal agar kawasan ini terus berkembang ke depan,”kata Afni dalam sambutannya di Tanjung Buton Siak, Senin (20/4).

Dengan adanya investasi ini diharapkannya dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). KITB menurutnya adalah aset Pemkab Siak yang sempat ditinggal dalam kondisi sulit hingga akhirnya pelan-pelan dibenahi.

Padahal instrumen pengembangan kawasan ini sudah lengkap mulai dari pengelola, payung hukum dalam bentuk peraturan daerah bahkan pernah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Akan tetapi Industrinya tidak pernah ada dan tanah terus berkurang karena peralihan kepemilikan dalam bentuk Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Baca juga:Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Aceh Barat Diringkus 

“Kawasan ini menjadi harga mati untuk terus dikembangkan. Saya juga meminta agar kawasan ini ditata ulang. Investasi dipermudah, proses izin dipercepat, aturan hukumnya diperjelas, agar investor tidak ragu dan memiliki kepastian berinvestasi di sini,”tegas Afni.

Sementara itu, Direktur PT MSN Yudi Utomo menjelaskan pembangunan galangan kapal ini sejak dimulai pembangunan hingga pengoperasian akan menyerap tenaga kerja kurang lebih sekitar 200 orang.

Dengan komposisi mayoritas adalah tenaga kerja lokal dengan latar belakang keahlian teknik, dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk Siak.

Berbicara potensi pasar, Yudi menjelaskan berdasarkan hasil “feasibility study” tercatat arus kapal dalam negeri di Provinsi Riau sebanyak 8.539 dan 331 untuk kapal luar negeri.

Keunggulan galangan yang dibangun oleh PT MNS lokasinya dekat dengan muara, menghadap langsung Selat Padang ditambah lagi Group PT MNS mengoperasikan 123 kapal milik sendiri.

“Lokasi ini sangat strategis, apalagi kami percaya komitmen kepemimpinan Ibu Bupati yang ramah investor, makanya kami tidak ragu untuk berinvestasi tahap pertama Rp100 miliar lebih disini. Berdasarkan kajian kami ada 8.539 lalu lintas kapal domestik, dan 331 kapal luar negeri yang keluar masuk Provinsi Riau. Selain itu sampai tahun ini tidak ada galangan kapal lain lagi yang tersedia,”urainya.(net)