Jambi, KRsumsel.com – Gubernur Jambi Al Haris menyatakan Festival Batanghari merupakan bentuk perayaan masyarakat Provinsi Jambi atas kejayaan peradaban Melayu Jambi yang berkembang seiring dengan peradaban Sungai Batanghari.
“Jejak sejarah Sungai Batanghari adalah saksi bisu perjalanan kehidupan masyarakat Jambi yang panjang dan penuh makna, nadi kehidupan yang mengalir abadi, menjadi warisan dari masa lalu untuk masa depan,”kata Gubernur Jambi Al Haris di Kota Jambi, Minggu (3/8).
Lanjutnya, Festival Batanghari mengangkat riwayat kemasyhuran Sungai Batanghari yang menjadi jalur perdagangan dan transportasi yang penting sejak ratusan tahun lalu, menghubungkan wilayah hulu dan hilir, memudahkan rempah, emas, dan hasil bumi lainnya ke jalur internasional.
Baca juga: Lima Napi Rutan Sukadana Lampung Timur Dapat Amnesti Presiden
Selain sebagai kawasan perdagangan, Komplek Candi Muaro Jambi menjadi saksi Sungai Batanghari adalah kawasan yang pernah menjadi pusat pendidikan agama Budha dan pusat intelektual, yang tentu saja memiliki relasi internasional.
Meski belum sepopuler sungai-sungai besar lain di dunia, seperti Sungai Nil atau Sungai Gangga, Sungai Batanghari menambah bukti bahwa peradaban besar bisa tumbuh dari sungai.
Al Haris berharap Festival Batanghari dapat menjadi panggilan bagi seluruh masyarakat Provinsi Jambi untuk menjadi pelaku perubahan, bukan hanya menjadi penonton.
Setiap tarian, nyanyian, dan tradisi yang diangkat dan disajikan dalam kegiatan ini adalah cerminan dari kekayaan warisan negeri Jambi, sekaligus potensi luar biasa yang dimiliki, yang harus kita optimalkan untuk kemajuan dan kemakmuran bersama.
Gubernur meyakini dengan semangat kolektif, pelaku seni, masyarakat dan pemerintah bisa melestarikan budaya agar tidak punah, menggerakkan ekonomi lokal, membangun pariwisata yang berkelanjutan serta menjadikan Sungai Batanghari sebagai kebanggaan bangsa.
Selain itu, tidak kalah penting Festival Batanghari sebagai momentum untuk menggugah kesadaran dan kepedulian kolektif kita bersama seluruh komponen masyarakat untuk merawat alam dan melestarikan lingkungan, termasuk Sungai Batanghari.(net)


















