Diancam Pakai Senpi, Warga Muratara Lapor Polisi

oleh

Muratara, KRsumsel.com – Merasa diancam, warga Desa Maur Lama Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Jon Heri Bin Hairun Saleh melaporkan ML ke polisi, Sabtu (11/11)

Peristiwa pengancaman itu terjadi saat Jon Heri sedang bersama saudari Linda salah seorang bidan desa melewati jalan Kampung V Maur Lama. Tiba-tiba Jon Heri dihadang oleh terlapor yang juga satu desa dengan dirinya.

“Kejadiannya kemarin, Jumat (10/11). Saat itu terlapor dengan nada tinggi menanyakan apa mau saya karena jalan masih ditutup,” kata Jon Heri, Sabtu (11/11).

Lanjut Jon Heri, tidak hanya bernada tinggi, saat itu terlapor ML juga menenteng senjata api (senpi) berwarna silver di tangan kanannya.

Jon Heri menceritakan, saat itu jalan yang dilaluinya memang dalam proses pengecatan jalan. Namun, Jon Heri melihat sudah ada warga yang melintasi jalan tersebut.

“Saya tidak tahu jika jalan tersebut belum dibuka ,tapi sudah ada yang melewati saya merasa pengerjaan sudah selesai makanya saya lewati jalan itu,” tutur Jon.

Jon Heri menjelaskan, saat itu terlapor berkata kasar sembari menantangnya untuk berkelahi. Namun, tantangan itu tidak dilayani oleh Jon Heri dan memilih untuk meminta maaf pada terlapor.

Karena merasa terancam, Jon Heri melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Muratara.

Saat ini, kasus tersebut tengah ditanggapi pihak kepolisian Polres Muratara dengan bukti Laporan Pengaduan Kepolisian korban.

“Saya merasa nyawa saya terancam, makanya saya melaporkan kejadian ini ke polisi,” tutup Jon Heri.