Kepala BKPP OKI, Maulidini mengatakan sistem merit memiliki peran yang penting dalam mewujudkan sistem organisasi yang baik dalam pemerintahan, sehingga implikasinya akan terbentuk pelayanan yang baik dan mensejahterakan rakyat.
Penerapan sistem merit PNS sebagai salah satu strategi dalam manajemen SDM ASN terang Deni tentunya bukanlah hal yang mudah. Pada perjalanannya, banyak tantangan dan inkonsistensi yang ditemui dalam pelaksanaan sistem ini.
“Tantangan dan inkonsistensi datang tidak hanya dari dalam ekosistem birokrasi semata, namun juga dari ekosistem di luar birokrasi yang secara tidak langsung mempengaruhi,” sebutnya.
Deni menyebut Pemkab OKI mendorong optimalisasi penerapan sistem merit di agar manajemen aparatur sipil negara (ASN) di semua instansi menjadi lebih produktif, efisien, dan profesional.
“Dengan penerapan sistem merit, yakni kebijakan dan manajemen ASN berbasis kualitas, kompetensi, kinerja secara adil, dan wajar bisa membantu dalam manajemen sumber daya manusia,” kata Deni.
Ia menyebut penilaian terakhir sistem merit di Kabupaten OKI sudah meraih predikat baik, termasuk pengumpulan bakat (talent pool) sudah bisa dilakukan. Instrumen sistem merit, lanjutnya, akan terus dilakukan perbaikan untuk mempermudah melakukan berbagai pengukuran yang bisa dipertanggungjawabkan.
“Dalam waktu satu tahun ini kita lakukan akselerasi hasilnya terakhir. Alhamdulilah sudah berpredikat baik tentunya dengan tahapan-tahapan” ujar dia.
Lebih kata lanjut tukasnya pengembangan sistem merit di OKI selanjutnya akan fokus terhadap pengembangan sistem informasi kepegawaian yang belum optimal.(Lilis)


















