“Mulai dari CSR di Kabupaten/kota mereka masing-masing atau kah mereka menganggarkan silakan saja, sehingga apa yang direncana kan oleh Gubernur Sumatera Selatan berhasil,” tuturnya.
Lebih jauh Ruzuan mengatakan, Sampai dengan minggu terakhir kemarin, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel telah mengadakan monitoring ditingkatan kabupaten/kota, 17 kabupaten/kota sudah tersebar.
“Kita juga masih menunggu gerakan yang dilakukan di Kabupaten/kota, kalau emang ada kita berharap tahun ini akan lebih banyak lagi CSR untuk mendukung itu, baik dikelola provinsi maupun CSR dari kabupaten/kota,” imbuhnya.
Kedepan, Ruzuan menghimbau untuk penyuluh atau pendamping desa untuk bertanggung jawab terhadap keberhasilan dari desa binaanya.
“Merakalah sendiri yang mencari kan pasarnya, dalam arti penyuluh apabila nanti sudah over produk nanti bakal timbul kluster perputaran perekonomian apakah berupa market pasar atau nanti akan menjadi produk baru misalnya kita menanam bayam. Kebutuhan gizi sudah cukup, kebutuhan rumah tangga sudah cukup. Kita jual kepasar atau dibuatkan berupa produk turunanya dapat berupa keripik atau lainnya,” pungkasnya. (****)













