KRSumsel.com, Palembang – Bank Indonesia resmi memulai rangkaian nasional Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) Tahun 2026 Series #1 di Graha Sriwijaya, Universitas Sriwijaya. Dengan mengusung tema “Dari Literasi Menuju Investasi, Bangun Masa Depan Mulai Hari Ini,” kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat literasi keuangan masyarakat.
Program strategis ini merupakan hasil kolaborasi lintas otoritas antara Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS. Sinergi ini bertujuan untuk mengakselerasi inklusi keuangan, dengan menempatkan generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi masa depan.
Antusiasme luar biasa ditunjukkan oleh sekitar 500 peserta yang hadir, mulai dari mahasiswa UNSRI, Polsri, dan UIN Raden Fatah, hingga perwakilan BP3MI serta komunitas literasi Sumatera Selatan. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono, dan jajaran pimpinan akademisi Sumsel menegaskan pentingnya pembekalan manajemen keuangan yang bijak, relevan, dan aplikatif bagi anak muda di era digital.
Wakil Rektor III Universitas Sriwijaya dalam sambutannya mengajak mahasiswa untuk mulai berinvestasi sejak dini sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang, sehingga di masa depan dapat menikmati hasil dari upaya yang dilakukan sejak usia muda.
Baca juga: Kantor SAR Natuna Uji Repeater di Puncak Gunung Ranai
Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD-KR., M.Kes. juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, OJK, dan Kementerian Keuangan atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya investasi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional. Bambang berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal pengetahuan bagi peserta dalam mengelola keuangan secara bijak dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia Arief Rachman menyampaikan bahwa LIKE IT hadir bukan sekadar forum edukasi, melainkan menjadi trigger point perubahan perilaku keuangan generasi muda agar lebih produktif, terencana, dan berorientasi masa depan.
Menurutnya, pemahaman keuangan tidak boleh berhenti pada pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam keputusan investasi yang bijak dan terukur.
Arief juga menyoroti tren meningkatnya investor muda di Indonesia. Berdasarkan data, lebih dari 54 persen investor di pasar modal merupakan generasi muda berusia di bawah 30 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa anak muda saat ini bukan lagi calon pelaku pasar, melainkan telah menjadi pelaku utama. Namun demikian, kualitas pemahaman investasi tetap perlu diperkuat agar generasi muda tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga matang dalam kapasitas dan tahan terhadap risiko.
Ia menambahkan, tingkat inklusi keuangan nasional yang telah mencapai 80,51 persen perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan yang saat ini berada pada kisaran 66,46 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sudah banyak menggunakan produk keuangan, tetapi belum seluruhnya memahami manfaat, risiko, dan cara penggunaannya secara optimal. “Jangan sampai keputusan investasi hanya didasarkan pada tren sesaat atau fear of missing out (FOMO). Investasi tanpa pemahaman bukanlah peluang, tetapi justru dapat menjadi risiko,” terang Arief.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan sesi talkshow dan diskusi interaktif bersama narasumber dari berbagai institusi, yaitu Iwan Chandra dari Bank Indonesia, Dewa Ekayana dari Kementerian Keuangan RI, Grani Ayuningtyas Harmani dari OJK, Handika Rahman dari LPS, serta Ayu Sara Herlia-Hinch selaku Financial Literacy & Inclusion Specialist. Materi yang disampaikan mencakup peran anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), pentingnya investasi, ragam instrumen investasi, hingga tips memulai investasi bagi generasi muda di era digital.
Bank Indonesia berharap melalui kegiatan ini para peserta semakin memahami pentingnya menabung, berinvestasi secara legal dan aman, memanfaatkan layanan keuangan formal, serta mampu menyusun perencanaan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Mahasiswa juga diharapkan menjadi agen perubahan yang menularkan perilaku keuangan sehat di lingkungan keluarga, kampus, dan masyarakat.
Melalui LIKE IT 2026, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas edukasi keuangan secara inklusif, adaptif, dan berkelanjutan guna menciptakan masyarakat Indonesia yang semakin cerdas finansial serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatan LIKE IT 2026 dapat diakses melalui kanal media sosial resmi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan di @bank_indonesia_sumsel.” pungkasnya. (edi)
















