Herman Deru Luncurkan Gerakan 10.000 Biopori Minimalisir Genangan Air di Palembang 

oleh
IMG_20211201_212100_763

Lebih jauh Herman Deru mengatakan permasalahan genangan air mungkin tidak akan selesai dengan hanya dibuatnya program ini. Namun paling tidak dengan adanya gerakan ini, masyarakat dapat mengetahui bahwa upaya pencegahan banjir dapat dilakukan mulai dari lingkungan permukiman sendiri, yaitu dengan membuat lubang resapan dan sumur resapan yang sangat sederhana namun dapat  berdampak besar jika dilakukan secara bersama-sama seluruh elemen masyarakat, baik itu di lingkungan Perkantoran, Permukiman masyarakat, Tempat Usaha, Sekolah, dan tempat-tempat lainnya.

Herman Deru juga mengimbau kepada para develpoer yang belom tersentuh jaringan PDAM bisa memanfaatkan ini sebagai antisipasi kekeringan saat musim kemarau datang.

Pada kesempatan itu Herman Deru juga tak lupa mengucapkan selamat merayakam hari jadi PU ke 76. Di usianya itu Herman Deru berharap PU tetap berkreatifitas melakukan hal bermanfaat bagi maayarakat.

Di tempat yang sama Kepala Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumsel Ir. H. Herwan mengatakan pembuatan lubang biopori ini merupakan salah satu upaya mencegah terjadinya banjir di Palembang. Biopori ini dibuat di topografi yang lebih tinggi  agar dapat mengurangi run off yang dapat menyebabkan genangan air di area rendah.

Berdasarkan data di Kota Palembang saat ini ada 60 titik banjir yang tersebar di beberapa wilayah.

” Semoga ini dapat mewujudkan daeah tangkapan air yg lebih optimal nantinya,” ucap Herwan.

Peluncuran gerakan ini ditandai dengan pemasangan biopori secara simbolis di halaman kantor RRI Palembang. Gubernur Herman Deru tampak memasang lubang biopori didampingi Walikota Palembang H. Harnojoyo melalui Asisten II Pemkot Palembang, Ansyori, Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat (KORMI) Sumsel Hj Samantha Tivany HD B.Bus. MIB, Anggota DPRD Provinsi Sumsel M. Yaser,  Kepala Dinas PUBM Dharma Budhy, Kepala Dinas PU Perkim Basyarauddin Akhmad, serta Komunitas Peduli Sungai dan Komunitas Masyarakat Peduli Banjir (KPSKMPB), Alexander serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.(****)