“Ini sejalan dengan fitrah kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai budaya,” ujarnya pula.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Endang Abdullah yang turut hadir pada acara ritual itu, turut mengapresiasi kegiatan tersebut, karena menjadi salah satu bentuk inventarisasi adat dan budaya di Kota Gurindam ini.
Endang menyebut ritual semacam ini harus tetap dilestarikan, karena sudah ada sejak zaman nenek moyang leluhur terdahulu.
“Pemkot Tanjungpinang mendukung penuh, upaya melestarikan adat dan budaya adalah bagian dari visi-misi kita bersama,” ujar Endang.
Ritual Semah Jong berarti melepaskan jong atau perahu kecil ke laut. Hal ini dipercayai sebagai bentuk melepas dan menolak segala bala atau bahaya.
Di dalam jong itu diisi sejumlah barang, seperti pisang, rokok kelobot, dan daun sirih. Konon ini ditujukan kepada penunggu yang ada laut.
Mengutip laman situs Jantungmelayu.com, saat melepaskan jong itu ke laut disertai dengan niat “aku menyedekahkan engkau, inilah engkau jangan mengganggu anak, cucu, cicit kami yang ada di dunia qasar”.(Anjas)













