Cabang Dakwah Al Quran, dai terbaik pertama bernama Indrianto Faisahal dari Kemenag, kedua Rustandi dari Aceh, ketiga Nanag Masaudi dari Gorontalo. Kemudian, dai’yah terbaik pertama bernama Maryamah dari Jawa Barat, kedua Hartini dari Jawa Timur, ketiga Roudoh dari Sumatera Utara.
Cabang Khaththil Quran, kelompok penghias khaththath terbaik pertama bernama Baldi Khalik dari Jambi, kedua Muhammad Asikin dari Banten, ketiga Nurkholis dari Kalimantan Timur. Kemudian, khaththathah terbaik pertama bernama Eni Nurainillah dari Jawa Barat, kedua Noraidah Rahmi dari Kalimantan Tengah, ketiga Yuliana dari Riau.
Kelompok khaththath kontemporer terbaik pertama bernama Edi Suprayitno dari Sumatera Utara, kedua Amrin Bin Haji Baso dari Kalimantan Utara, ketiga Abdul Halim dari Kalimantan Selatan. Kemudian, khaththathah terbaik pertama bernama Eri Susanti dari Kalimantan Selatan, kedua Deni Wahyuni dari Sumatera Barat, ketiga Mira Mustika dari Sumatera Utara.
Kelompok kaligrafi digital khaththath terbaik pertama bernama Syaifuddin dari Kementerian Agama, kedua Ismar Rosidi dari Sumatera Utara, ketiga Ubaidillah dari Banten. Kemudian, khaththathah terbaik pertama bernama Yayat Suryati dari Banten, kedua Nur Hamida Idrus dari Sulawesi Barat, ketiga Sitti Muwaqqirah dari Sulawesi Selatan.
Muazin Adzan terbaik pertama bernama HM Yusuf dari Kalimantan Selatan, kedua Yaser Arafat Dama dari Gorontalo, Makin ketiga dari Jawa Tengah.
Rombongan khutbah jumat, khatib terbaik pertama bernama Fajri dari Aceh, kedua Muhammad Amri dari Maluku Utara, ketiga Aang Riwan dari Jawa Barat.
Kelompok penulis artikel Al Quran adalah penulis terbaik pertama bernama Ismail Ali dari Sulawesi Tenggara, kedua Susanto dari Riau, ketiga Dodi Saputra dari Sumatera Barat. Kemudian, penulis terbaik adalah putri pertama bernama Yuyun Yuningsih dari Jawa Barat, kedua Yunadi Hijrah dari Sumatera Barat, ketiga Jumni Nelli dari Riau.













