Palu, krsumsel.com – Tim SAR gabungan mengevakuasi enam pendaki yang tersesat di Gunung Lamari Ampana Kabupaten Tojo Una-una Sulawesi Tengah (Sulteng).
“Peristiwa itu terjadi di Desa Saluaba Kecamatan Ampana. Para pendaki kehilangan arah sehingga tersesat di hutan, lalu salah satu keluarga korban melaporkan kejadian itu kepada kami melalui Unit Siaga SAR Ampana,”kata Kepala Kantor SAR Palu Muh Rizal di Palu, Senin (13/4).
Dilaporkan peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/4), dimana enam orang melakukan perjalanan pendakian ke Gunung Lamari sekitar Pukul 08.40 Wita.
Sesuai rencana para pendaki dijadwalkan kembali pada pukul 17.00 Wita, namun hingga malam hari belum kembali dan tidak dapat dihubungi, kemudian upaya pencarian awal oleh keluarga dan masyarakat setempat belum membuahkan hasil.
“Lokasi kejadian berada pada koordinat 0°57’25.62″S 121°35’39.14″E, atau 10 kilometer dari Unit Siaga SAR Ampana dengan waktu tempuh sekitar 30 menit,”ujarnya.
Baca juga: ,Penyelundupan Pakaian Bekas di Tarakan Disita TNI AL
Ia mengemukakan, tim rescue tiba di lokasi pada pukul 22.50 Wita dan segera melaksanakan operasi pencarian. Pada Senin dini hari pukul 00.12 Wita tim SAR gabungan berhasil menemukan enam orang korban dalam kondisi selamat pada koordinat 0°57’36.5″S – 121°35’58.4″E, sekitar satu kilometer dari puncak Gunung Lamari dan mengevakuasi para korban ke pos registrasi.
“Pukul 01.00 Wita tim SAR gabungan tiba di pos registrasi dan langsung menyerahkan korban kepada pihak keluarga,”ucap Rizal. Adapun identitas enam pendaki tersebut yakni Bilal, Ramdan, Andika, Kodin, Fahmi dan Fatur.
Pihaknya mengimbau masyarakat yang melakukan kegiatan petualangan, sebelum melakukan perjalanan pelajari kondisi medan, memperhitungkan logistik, dan bila merasa lelah sebaiknya beristirahat, karena ada batas kemampuan fisik manusia pada kondisi-kondisi tertentu.
“Sesuatu yang dipaksakan tanpa perhitungan matang bisa berakibat fatal. Banyak kejadian orang tersesat saat mendaki gunung karena faktor fisik, lalu tidak menguasai medan, maka setiap tindakan tidak boleh gegabah,”kata Rizal.
Adapun unsur terlibat dalam operasi SAR tersebut yakni personel Unit Siaga SAR Ampana, Bhabinkamtibmas, aparat desa dan masyarakat setempat.
“Dengan ditemukan seluruh korban operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kasih kepada para pihak yang terlibat dalam operasi tersebut,”katanya.
Ia menambahkan, pada kegiatan pencarian tim didukung dengan berbagai peralatan diantaranya alat navigasi, alat komunikasi, alat SAR gunung, peralatan medis dan peralatan evakuasi.(net)

















