“Adanya potensi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor pada beberapa wilayah di Sumsel, karena itu perlu pencegahan dan kesiapsiagaan, berupa penyiapan personil dan mobilisasi personil dan peralatan ke lokasi bencana,” jelasnya.
Dia menyebut setidaknya ada 850 personil yang akan disiapsiagakan dalam antisipasi dampak bencana. Kesemuanya dilengkapi sarana prasarana dari masing-masing dinas/instansi dan stakeholder terkait.
“Mobilisasi personil dan peralatan ke lokasi bencana untuk membantu penyaluran bantuan berupa pertolongan untuk penyelamatan dan evakuasi sebagai bentuk minimalisir kerusakan sarana prasarana maupun jatuhnya korban jiwa,” imbuhnya.
Untuk diketahui, bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang diakibatkan parameter meteorologi seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin. Sedangkan bencana yang ditimbulkan dari hidrometeorologi meliputi bencana banjir, angin puting beliung, longsor, abrasi, hingga gelombang pasang.
Nampak turut hadir dalam apil kesiapsiagaan bencana kali ini, Pangdam II/ Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Kapolda Provinsi Sumsel Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, M.H, Kepala Pengadilan Tinggi Agama Palembang Drs. Endang Ali Ma’sum, S.H., M.H, Wakapolda Brigjen Pol Rudi Setiawan, S.I.K, M.H, Bupati Oku Timur H. Lanosin Hamzah, S.T, Bupati Muratara H.Devi Suhartoni, Wakil Bupati Lahat Haryanto.(****)













