Herman Deru memprediksi di akhir tahun 2021 hingga awal tahun 2022 wilayah Sumsel masuk dalam musim penghujan, dimana curah hujan yang tinggi akan berpengaruh terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi.
“Akibat pengaruh pasang surut, beberapa waktu lalu telah terjadi bencana banjir bandang di Kabupaten Empat Lawang dan Ogan Komering Ulu yang mengakibatkan beberapa unit rumah roboh dan jembatan gantung putus serta merusak badan jalan,” jelasnya.
Lebih jauh Herman Deru merinci sepanjang 2021 tercatat 138 kali kejadian bencana yang terjadi di Sumsel. Dari jumlah tersebut yang terbanyak kebakaran rumah penduduk yakni 92 kejadian. Selanjutnya banjir 15 kejadian, tanah longsor 6 kali, angin puting beliung 20 kali kejadian, sedangkan banjir bandang 5 kali kejadian yang kesemuanya menyebabkan 4.874 KK atau 2.673 jiwa terdampak.
“Saya sambut baik digelarnya apel pagi ini. Saya intruksikan seluruh personil penanggulangan bencana untuk selalu siap siaga termasuk sigap dalam melakukan evakuasi,” pungkasnya.
Dilain pihak Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, H Iriansyah dalam laporannya menyebutkan jika berkaca pada perakiraan cuaca perlu waspada disaat memasuki musim penghujan di akhir tahun 2021 untuk wilayah Sumsel.













