Gubernur Sumbar Minta Dukungan Kemenhan Untuk Monumen Bela Negara

oleh
Screenshot_2021-11-05-17-48-27-89_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

Tanpa PDRI, Indonesia belum tentu sampai pada kondisi seperti saat ini, karena itu Monumen Bela Negara memiliki arti penting sebagai pengingat perjuangan tersebut.

Mahyeldi mengatakan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Hari Bela Negara ke-73 pada 19 Desember 2021 akan diisi dengan berbagai acara ,antara lain Tour de PDRI, seminar, FGD, bakaba Bela Negara, napak tilas, dan lain-lain yang dapat menciptakan semangat Bela Negara, khususnya di kalangan pelajar dan milenial.

Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota Syafaruddin mengatakan pembangunan monumen tidak hanya berperan sebagai pengingat sejarah, tetapi juga dalam pengembangan kawasan segi tiga emas yang menghubungkan tiga Kabupaten yang berdekatan dengan lokasi Monumen Bela Negara, yaitu Kabupaten Agam, Pasaman, dan Limapuluhkota.

Ia menyebut tiga kepala daerah telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan pariwisata, pendidikan, koperasi dan UMKM, serta sektor lain yang akan memicu pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah dengan sumbunya terpusat di lokasi monumen.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Pothan Mayjen Dadang Hendrayudha menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada gubernur dan bupati dalam upaya menumbuhkan semangat Bela Negara, rasa cinta terhadap bangsa dan Tanah Air, dan semangat rela berkorban.

Terkait kelanjutan pembangunan Monumen Bela Negara, Dirjen Pothan mendukung penuh penyelesaiannya. Ia merespons dengan cepat dan akan berkunjung ke lapangan yang direncanakan pada 19 November 2021.