Padang, KRsumsel.com – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meminta dukungan dari Kementerian Pertahanan RI untuk kelanjutan pembangunan Monumen Bela Negara di Kabupaten Limapuluh Kota sebagai pengingat peristiwa sejarah PDRI.
“Peletakan batu pertama Monumen Bela Negara dilakukan pada 2012, namun sampai sekarang belum tuntas. Kami berharap dukungan dari Kemenhan untuk kelanjutan pembangunannya,” kata Gubernur Mahyeldi saat beraudiensi dengan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Mayjen Dadang Hendrayudha di Kantor Dirjen Pothan, Jumat.
Monumen itu adalah pengingat peristiwa sejarah saat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) menjadi penyambung nafas kedaulatan bangsa saat Agresi Belanda II.
Ketika itu Desember 1948, Belanda dengan cepat menguasai Yogyakarta melalui agresi II. Pemimpin Indonesia, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap bersama sejumlah tokoh, seperti Sutan Sjahrir, Agus Salim, Mohammad Roem, dan AG Pringgodigdo.
Namun, Presiden Soekarno masih sempat memberikan mandat pada Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk PDRI di Sumatera Barat guna mempertahankan kedaulatan RI.













