Peningkatan permintaan juga terlihat pada perdagangan mobil, baik pribadi dan dinas, hingga perdagangan besar dan eceran, seiring dengan meningkatnya aktivitas perdagangan daring dan pusat perbelanjaan.
Selanjutnya, pertumbuhan pada sektor konstruksi didorong oleh pelaksanaan kembali pembangunan jalan tol yang sempat terhenti serta pembangunan jalan lintas tengah Sumatera pada ruas Muaro Kalaban-Kiliran Jao dan realisasi pengadaan semen yang meningkat 27,96 persen.
Namun, sektor transportasi mengalami penurunan pada triwulan III-2021 karena angkutan udara, kereta api hingga penyeberangan laut mengalami penurunan penumpang akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Dengan demikian, sumber pertumbuhan ekonomi Sumbar pada triwulan III-2021 secara keseluruhan ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebagai penopang tertinggi.
Dalam kesempatan ini, ia menambahkan Sumatera Barat menyumbang PDRB sebesar 6,73 persen terhadap perekonomian di Sumatera dan 1,48 persen secara nasional.
“Sumbar masuk urutan ke-6 di Sumatera dibandingkan provinsi lain dengan pertumbuhan tertinggi Bangka Belitung,” ujarnya.(Anjas)













