Padang, KRsumsel.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat mencatat ekonomi wilayah ini pada triwulan III-2021 tumbuh 3,32 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020 dan meningkat 2,18 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
“Sejak triwulan III-2020 hingga triwulan III-2021 ekonomi Sumbar kecenderungannya mengalami kenaikan setelah sebelumnya sempat mencapai minus 5,50 pada triwulan II 2020,” kata Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati di Padang, Jumat.
Menurut dia, berdasarkan lapangan usaha, sektor yang tumbuh paling tinggi adalah industri pengolahan sebesar 13,36 persen, jasa kesehatan 8,67 persen, pengadaan listrik dan gas 8,08 persen.
Sebaliknya, terdapat lima lapangan usaha yang tumbuh negatif yaitu administrasi pemerintahan minus 13,69 persen, penyediaan akomodasi minus 3,24 persen, transportasi dan perdagangan minus 2,79 persen, informasi dan komunikasi minus 1,44 persen dan jasa pendidikan minus 0,02 persen.
Sementara, berdasarkan struktur Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), maka penopang tertinggi pertumbuhan ekonomi Sumbar adalah sektor pertanian sebesar 22,04 persen, perdagangan 15,77 persen dan konstruksi 10,14 persen.
Terkait kondisi umum ekonomi Sumbar pada triwulan III-2021, Herum memaparkan terjadi peningkatan produksi tanaman perkebunan khususnya kelapa dan sawit dibandingkan triwulan sebelumnya.
Selain itu, juga terjadi peningkatan permintaan hewan ternak pada periode Idul Adha serta permintaan atas hasil kehutanan yaitu kayu bulat dan produksi hasil perikanan.













