BKSDA Jambi Musnahkan Harimau Sumatera Mati Akibat Manultrisi Kronis

oleh
Screenshot_2021-11-03-16-27-06-83_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

Kondisi satwa saat pertama masuk di Tempat Penyelamatan Satwa Balai KSDA Jambi dalam kondisi yang sangat buruk (kurus kering), malnutrisi, letargi, nafsu makan buruk, terlihat kaki kanan depan membengkak dan tidak digunakan untuk berjalan.

Mulai pada 17 Oktober 2021, telah dilakukan tindakan medis berupa pemberian obat- obatan vitamin (supportif), anti inflamasi dan anlgesik serta pemberian pakan berupa ayam hidup dua ekor dengan berat 2,5.

Selanjutnya pada 18-27 Oktober 2021, diberikan makan secara berkala yaitu ayam, kelinci, hati sapi serta vitamin (supportif) anti inflamasi dan anlgesi serta antibiotik namun seringkali makanan tersebut tidak dihabiskan.

“Kita juga sudah melakukan tindakan medis oleh tim medis Balai KSDA Jambi dipimpin oleh drh Yuli Akhmal dan drh Zulmanudin bersama dengan drh Sugeng Dwi Hastono dari Amanah Veterinary Services, Lampung berupa pembiusan untuk pemeriksaan fisik, pengambilan sampel darah dan feses hasil pemeriksaan sampel feses ditemukan telur cacing Cooperia sp.

Berdasarkan pemeriksaan radiologi diketahui kaki kanan depan mengalami fraktur atau patah (Fraktur oblique humerus dextra ) dan luxatio dan hasil pemeriksaan darah (laboratorium) menunjukkan malnutrisi dan pihak BKSDA Jambi juga telah memberikan harimau tersebut ayam broiler dan hati ayam namun tidak dimakan.

“Siang dan malam hari diberikan pakan berupa hati sapi (dimakan) dan satwa masih mau minum. Tindakan medis yang dilakukan berupa pemberian vitamin dan bio energy namun satwa terlihat masih berbaring dan lemas,” kata Rahmad Saleh.

Pada Senin, 01 November 2021. Pukul 08.30 WIB Harimau betina itu masih terlihat sangat lemas, respon kurang (letargy), satwa lebih banyak berbaring, terlihat sisa pakan hati sapi yang diberikan pada minggu malam masih bersisa sebanyak 250 gram.

Terlihat satwa banyak berbaring dan tidak respon kurang (letargi) dimana pukul 23.15 WIB dilakukan pengecekan ulang dan pemberian pakan hati sapi yang disuapi langsung ke mulut Harimau namun tidak ada respon.

Pada Selasa, 2 November 2021, pukul 02.00 dilakukan pengecekan ulang terlihat satwa hanya berbaring, lemas, respon kurang (letargi), kepala masih diangkat namun điletakkan kembali dan pada pukul 07.00 WIB dilakukan pengecekan ulang dan diketahui satwa telah mati.

“Kami berterima kasih kepada para pihak yang terlibat dalam penyelamatan satwa Harimau Sumatera mulai dari evakuasi, perawatan sampai dengan nekropsi. Masyarakat desa setempat, Kepolisian, Kodim Bangko, BBTNKS, KPA Merangin, FZS, ICA Cabang Jambi dan terutama FFI selaku mitra kami yang telah mensuport banyak dalam penanganan harimau mulai dari verifikasi, evakuasi hingga penanganan medis selama ini,” kata Rahmad Saleh.(Anjas)