“Hal ini jika tidak ditambah dengan unsur kesadaran dari kepala daerah dan jajarannya tentang pentingnya pengendalian inflasi, maka dipastikan tidak akan ada implementasi kebijakan program 4K. Jika pun ada, maka program 4K tersebut tidak akan berjalan seperti yang diharapkan,” ujarnya.
Ansar menyebut kegiatan Capacity Building TPID Kepri tahun 2021 diharapkan dapat menambah wawasan dan kompetensi terkait pengendalian inflasi TPID se-Kepri.
Dia mengatakan perekonomian Kepri di tahun 2021 ini telah tumbuh sebesar 6,9 persen (year on year), masih di bawah pertumbuhan perekonomian nasional sebesar 7,07 persen.
“Pandemi COVID19 mempengaruhi perkembangan perekonomian di Kepri, juga berdampak pada terjadinya inflasi karena daya beli masyarakat yang terus menurun sehingga roda perekonomian jadi melambat,” terang Gubernur dalam kesempatan ini.
Turunnya daya beli dan pengalihan belanja masyarakat untuk kebutuhan primer saja, lanjut dia, semakin membuat roda usaha makin melambat. Sehingga banyak usaha yang menghentikan kegiatannya karena tidak sanggup mempertahankan profitabilitasnya.
Lebih lanjut, Provinsi Kepri sendiri merupakan daerah kepulauan dan bukan daerah penghasil komoditi bahan pangan sehingga sebagian besar bahan pangan didatangkan dari luar daerah Kepri.













