Kegiatan tersebut mempunyai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga dan melindungi konservasi sumber daya alam yang ada seperti bersih pantai, penangkaran tukik, penanaman mangrove atau tanaman lain yang bisa hidup di pantai, penangkapan ikan di laut.
Kegiatan untuk menjaga tradisi budaya dan pariwisata, maupun kegiatan lain seperti pelatihan, bimbingan teknis yang berhubungan dengan pengelolaan pantai dan laut Kulon Progo.
“Gerakan JogosegorKu bertujuan untuk meningkatkan rasa bangga dan cinta memiliki pesisir dan laut. Kami mengajak semua pihak untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dalam menjaga dan mempunyai rasa handarbeni akan pesisir dan laut Kulon Progo,” katanya. .
Sutedjo berharap kegiatan bersih pantai dan setiap kegiatan yang dilakukan di pesisir dan laut Kulon Progo menjadi cakupan gerakan JogosegoroKu yang mempunyai filosofi jogo berarti menjaga, sedangkan segoroku berarti lautku.
“Ku di sini menunjukkan pada diri kita sendiri, dan Ku yang lain menunjukkan Kulon Progo, yang mengandung arti bahwa gerakan ini menunjukan rasa bangga dan cinta akan laut Kulon Progo serta mengajak untuk menjaga dengan mengelola dan memanfaatkan potensi pesisir dan laut Kulon Progo tanpa merusak dan melestarikan sumber daya alam yang telah ada,” katanya.(Anjas)













