Manggarai Timur Targetkan Prevalensi Stunting 13,50 Persen Tahun 2022

oleh
Screenshot_2021-09-16-08-37-49-07_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

Labuan Bajo, KRsumsel.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, NTT menargetkan akan menurunkan prevalensi stunting hingga 13,50 persen pada tahun 2022 nanti.

“Pada tahun 2023 ditargetkan 11,50 persen dan pada tahun 2024 ditargetkan 9,50 persen,” kata Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Timur Jaghur Stefanus dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Kamis.

Dia mengatakan hal tersebut saat menghadiri kegiatan rembuk stunting tingkat Kabupaten Manggarai Timur yang berlangsung di aula Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Hanura, Rabu.

Penetapan target tersebut, kata dia, selaras dengan target nasional sebesar 14 persen pada tahun 2024 mendatang.

Menurut dia, persebaran balita stunting di Manggarai Timur terdapat di semua desa dan kelurahan dengan jumlah yang berbeda-beda. Penanganan lebih difokuskan pada 78 desa sambil tetap menangani desa-desa lainnya pada tahun 2022 nanti.

Oleh karena itu, rembuk stunting yang dilakukan merupakan komitmen untuk menetapkan rencana kerja bersama lintas sektor dalam percepatan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai Timur.