Kasus Kematian Akibat COVID-19 di Tarakan Bertambah Tujuh Orang

oleh
Screenshot_2021-08-08-07-17-52-99_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

Tarakan, KRsumsel.com – Kasus kematian akibat terpapar COVID-19 di Kota Tarakan, Kalimantan Utara bertambah tujuh orang dengan jumlah kumulatif kasus konfirmasi positif COVID-19 yang meninggal dunia menjadi sebanyak 217 orang.

“Sedangkan kasus probable yang meninggal dunia enam orang dengan jumlah kasus aktif COVID-19 sebanyak 2.472 orang,” kata Juru Bicara Tim Satuan Penanganan COVID-19 Devi Ika Indriarti di Tarakan, Sabtu.

Adapun tujuh pasien COVID-19 yang meninggal dunia tersebut berinisial S (49) warga Kelurahan Karang Anyar, LW (41) warga Kelurahan Kampung Empat, K (51) warga Kelurahan Juata Permai, AB (61) warga Kelurahan Sebengkok, S (52) warga Kelurahan Juata Permai, SI (77) warga Kelurahan Karang Anyar dan JS (42) warga Kelurahan Mamburungan.

Kemudian pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 bertambah 155 orang dengan jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif sebanyak 9.904 orang.

Untuk pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 104 orang dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 7.215 orang.

Kemudian jumlah kasus suspek yang dipantau saat ini sebanyak 66 orang. Kasus suspek yaitu, orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir.

Sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal, orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan 14 hari terakhir.

Di mana sebelumnya timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19, orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang

membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Selanjutnya jumlah seluruh kontak erat yang sedang dipantau saat ini sebanyak 1.993 orang. Kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19.

Dinkes Pemkot Tarakan mengimbau kepada masyarakat setempat agar terus memberikan dukungan moral terhadap pasien ataupun keluarga kasus suspek, kasus probable, kontak erat dan kasus konfirmasi.(Anjas)