Tanjungpinang, KRsumsel.com – Sebanyak 1.100 pekerja perbankan, perhotelan, hingga pelaku pariwisata sudah disuntik vaksin AstraZeneca dosis pertama, kata Wali Kota Tanjungpinang Rahma, Sabtu.
Mereka merupakan Anggota Badan Musyawarah Perbankan Daerah dan Asosiasi Pariwisata Nasional Indonesia (Asparnas) Provinsi Kepri.
“Kita akan terus bergerak, semoga vaksinasi aman dan lancar,” ujarnya.
Rahma mengaku senang melihat antusias masyarakat untuk divaksinasi di daerah setempat begitu tinggi.
Hal ini dapat membantu tim medis dari TNI-POLRI, puskesmas, rumah sakit, KKP untuk menuntaskan target dan sasaran yang sudah ditentukan.
“Terima kasih kepada semua elemen masyarakat, tentu ini merupakan bukti bahwa kita semua ingin bebas dari COVID-19. Mudah-mudahan, ikhtiar ini memberikan hasil yang maksimal sehingga kita semua bisa bebas dari pandemi,” ucapnya.
Meski sudah divaksin, Rahma meminta masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.
“Semoga semuanya sehat,” tutur Rahma.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Susi Fitriana menyebut ada 14 perbankan yang telah menerima vaksinasi ini antara lain, Bank Mandiri, BCA, BNI, Maybank, Bukopin, Sinar Mas, OCBC.
“Ada 14 bank dari 18 bank yang ada di Tanjungpinang, karena yang lain ada yang sudah divaksin dan yang menjadwalkan berikutnya,” ungkap Susi.
Selain perbankan, lanjut Susi, ada juga pelaku pariwisata yang diinsiasi oleh Asparnas Provinsi Kepri, yang terdiri dari asosasi travel, restoran, maupun hotel.
Para penerima vaksinasi tersebut dilayani oleh tujuh fasilitas kesehatan, tiga puskesmas, tiga rumah sakit, dan satu klinik kantor kesehatan pelabuhan dengan personel tenaga kesehatan sekitar 70 orang.
Lanjutnya, vaksinasi akan terus dilakukan dengan sasaran pelaku usaha seperti mall dan swalayan.
Masing-masing penerima vaksin AstraZeneca disuntik dua kali. Interval antara penyuntikan dosis pertama dan kedua sekitar delapan minggu, hal ini sesuai instruksi Kementerian Kesehatan.(Anjas)


















