KRSUMSEL.COM, MUBA – Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sumsel bersama BBPJN turun langsung melakukan survey jalan management obstacle di Jalan Lintas Timur, mulai Kecamatan Babat Supat hingga Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Jumat (6/11) pukul 11.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini dilakukan untuk mewujudkan kamseltibcar lantas dalam rangka pencegahan kecelakaan lalu lintas dan persiapan Operasi Lilin Musi 2026.
Tim melakukan pengecekan dari perbatasan Kabupaten Banyuasin hingga KM 113 Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba. Tiga hal utama yang dideteksi, yakni titik jalan rusak, tanjakan-tanjakan curam, dan perkiraan troublespot yang mungkin muncul saat arus Nataru.
Kegiatan dipimpin langsung Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sumsel AKBP Resti Arini, didampingi Kasi Management Obstacle AKP Fenny CM Pardede, AKP Selda Audina, IPTU Yulius Sefri, Kanit Kamsel Aipda Srie Anggreyni, serta Kasat Lantas Polres Muba AKP Rendy Novriady bersama 3 personel Satlantas Muba, PPK 1.1 dan PPK 1.2 BBPJN.
Hasil kegiatan, tim melakukan koordinasi pendataan bersama BBPJN dan akan ditindaklanjuti terkait titik-titik yang sudah didata. Tim juga merekomendasikan pembuatan marka jalan guna persiapan Operasi Lilin dan memberikan saran pemasangan rambu-rambu.
Kasat Lantas Polres Muba AKP Rendy Novriady, menegaskan survey ini sangat penting karena Lintas Timur Muba merupakan jalur padat dan rawan kecelakaan.
“Kami bersama Subdit Kamsel dan BBPJN turun langsung, tidak hanya di atas kertas. Titik-titik jalan rusak, tanjakan curam, dan troublespot sudah kami data satu per satu,” tegas AKP Rendy Novriady kepada kantor berita KRSUMSEL.COM, Jumat (6/11).
Ia menyebut seluruh hasil pendataan akan segera ditindaklanjuti sebelum Operasi Lilin dimulai.
“Hasilnya akan kami tindaklanjuti bersama BBPJN. Marka jalan dan rambu-rambu harus sudah siap sebelum Operasi Lilin Musi 2026,” ujarnya.
Kasat Lantas juga meminta pengendara tetap waspada saat melintas di Lintas Timur.
“Kami imbau pengendara untuk tetap berhati-hati, kurangi kecepatan di titik rawan dan patuhi rambu. Keselamatan adalah yang utama,” tutupnya.(Andi Slegar)












