Sepi di Senja Nenek Cik Perlahan Sirna, Saat Kapolsek Plakat Tinggi Hadir Membawa Kasih

oleh

KRSUMSEL.COM, MUBA – Di sebuah rumah sederhana di Desa Sukajaya, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), seorang perempuan sepuh terbaring dalam diam. Namanya kerap dipanggil Nenek Cik, usianya hampir mencapai 76 tahun.

Tubuh yang dulu kuat kini hanya mampu terbaring, melawan lumpuh yang telah lama membatasi langkah kakinya. Di tengah keterbatasan inilah, kepedulian pun datang.

Ialah Kapolsek Plakat Tinggi IPTU M. Syazili, hadir bukan dengan barisan anggota, namun datang dengan senyum dan paket sembako yang digenggam dengan tulus. Insan Bhayangkara itu duduk di sisi Nenek Cik, menyerahkan bantuan dengan penuh hormat.

Meski tidak banyak kata yang terucap, nampak jelas dari tatapan Nenek Cik yang berkaca-kaca, betapa kunjungan sederhana itu begitu berarti baginya.

“Ya, kedatangan kami ingin berbagi. Meski tidak seberapa, semoga bisa meringankan dan menguatkan Nenek Cik,” ujar IPTU M. Syazili dengan nada pelan pada kunjungannya, Selasa (27/10).

Perwira dengan dua balok di bahu ini menunjukkan wajah Polri yang tidak selalu tentang penegakan hukum, melainkan tentang kehadiran, tentang kemanusiaan yang tidak pernah absen.

“Kami selalu hadir dan akan selalu melayani masyarakat,” ujar Syazili mengakhiri.

Sementara itu, bagi Nenek Cik, paket sembako berupa beras, minyak dan lainnya bukan sekadar bantuan. Itu adalah tanda bahwa ia tidak sendiri, bahwa masih ada yang peduli di ujung senjanya.

Keluarga Nenek Cik juga menyambut haru. Mereka tidak menyangka seorang Kapolsek mau datang langsung ke rumah mereka, masuk ke rumah sederhana untuk memastikan seorang nenek lumpuh tidak dilupakan.

“Ya, kami tidak menyangka kalau Kapolsek Plakat Tinggi mau datang langsung ke gubuk kami. Terima kasih Pak Kapolsek atas bantuannya ini,” ungkap salah satu keluarga Nenek Cik.

Di Desa Sukajaya hari ini, sembako itu menjadi jembatan kecil antara seragam dan hati rakyatnya.(Andi Slegar)