Krsumsel.com, Jakarta – Tim SAR memperluas cakupan area pencarian pada hari kedua operasi penyelamatan delapan penumpang kapal cepat rombongan lima jurnalis, termasuk pewarta foto ANTARA yang dilaporkan hilang kontak saat peliputan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda Kabupaten Pandeglang Banten.
Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Rabu (9/9) mengatakan, penyisiran pada hari kedua dioptimalkan dengan membagi kekuatan menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) guna menjangkau radius yang lebih luas.
“Operasi SAR hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR serta dukungan penuh sarana laut dan udara,”kata dia.
Baca juga: Syifa Hadju Join Kampanye Edukasi Ramah Lingkungan Khusus Perempuan
Dia merinci, pencarian dibagi ke dalam empat titik krusial yakni SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 menyisir sejauh 68,3 nautical mile (NM), SRU 2 mengoperasikan KAL Anyer sejauh 69,5 NM, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung sejauh 67 NM, serta SRU 4 mengerahkan RIB 02 Banten khusus menyisir perairan sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Selain armada kapal utama, operasi ini juga menyiagakan KP Sanjaya, RIB 03 Lampung, rescue car, truk personel, hingga drone thermal untuk pemantauan suhu tubuh dari udara, disokong peralatan medis dan komunikasi darurat.
Sebanyak delapan orang korban yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri atas tiga kru kapal, yakni Warta (55/kapten), Surakman (60/ABK), dan Heriyanto (49/guide), serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas).
Operasi penyelamatan ini melibatkan personel gabungan dari Kantor SAR Banten, Unit SAR Pandeglang, Kantor SAR Lampung, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, serta nelayan setempat.(net)













