KRSumsel.com, Palembang – PT Pegadaian memperkuat komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui program Pegadaian Peduli. Komitmen ini diwujudkan lewat dukungan penuh pada gerakan Memilah Sampah Menabung Emas yang diinisiasi oleh Asosiasi Satuan Pelindung Masyarakat Indonesia (ASLINMAS).
Penyerahan bantuan berlangsung meriah dalam Apel Akbar Satlinmas memperingati HUT ke-81 RI, yang dirangkaikan dengan Deklarasi, Pelantikan, dan Pengukuhan DPP serta DPD ASLINMAS se-Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Sport City, Palembang. Momen krusial ini dihadiri langsung oleh Wakil Direktur Utama PT Pegadaian, Budi Wahju Soesilo, bersama jajaran manajemen dan para pemangku kepentingan.
Bantuan Operasional Lintas 5 Provinsi
Guna mengoptimalkan ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Pegadaian menyalurkan bantuan sarana operasional berupa:
5 Unit Kendaraan Pengangkut Sampah (Motor Roda Tiga/Viar), 50 Karung Pilah Sampah. Fasilitas ini disalurkan secara strategis untuk mengakselerasi gerakan pemilahan sampah di 5 wilayah prioritas: Sumatera Selatan, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat.
Mengubah Sampah Menjadi Emas
Gerakan ini dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat agar mulai memilah sampah langsung dari rumah. Tak sekadar menjaga kebersihan lingkungan, program ini menggabungkan aksi hijau dengan edukasi finansial—mengubah sampah yang dipilah menjadi investasi tabungan emas yang bernilai ekonomi bagi warga.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil III Palembang, Novryandi, menyampaikan bahwa dukungan terhadap gerakan pilah sampah merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan untuk menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas.
“Kami percaya bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Memilah sampah mungkin terlihat sebagai langkah kecil, tetapi ketika dilakukan bersama-sama oleh masyarakat, dampaknya dapat menjadi sangat besar. Melalui Program Memilah Sampah Menabung Emas, PT Pegadaian (Persero) ingin menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan dan literasi keuangan masyarakat,” ujar Novryandi.
Menurut Novryandi, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, organisasi masyarakat, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun gerakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Baca juga: Pemprov Sumsel Promosikan Pariwisata Melalui Produk Kopi Khas Daerah
“Bantuan ini bukan sekadar penyediaan sarana pengangkutan dan pemilahan sampah. Kami berharap kehadiran fasilitas ini dapat menjadi pemicu perubahan perilaku masyarakat, sehingga memilah sampah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Dari kebiasaan sederhana tersebut, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus membuka peluang terciptanya nilai ekonomi,” tambah Novryandi.
Program Memilah Sampah Menabung Emas juga membawa pesan bahwa pengelolaan sesuatu secara tepat dapat memberikan nilai dan manfaat. Sampah yang sebelumnya dipandang sebagai persoalan dapat dikelola melalui proses pemilahan sehingga memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.
Semangat tersebut selaras dengan edukasi PT Pegadaian (Persero) mengenai pentingnya masyarakat mengelola aset dan keuangan secara bijak. Melalui pendekatan tersebut, kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
“Yang kami dorong melalui program ini bukan hanya masyarakat yang semakin peduli terhadap sampah, tetapi juga masyarakat yang semakin memahami pentingnya mengelola sesuatu dengan baik. Ketika sampah dipilah, kita mendapatkan nilai yang berbeda. Begitu juga dengan keuangan, ketika dikelola dan direncanakan dengan baik, dapat menjadi aset untuk masa depan,” jelas Novryandi.
Dorong Gerakan Pilah Sampah di Lima Provinsi
Dukungan PT Pegadaian (Persero) melalui Pegadaian Peduli menjangkau lima provinsi, yakni Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat. Penyaluran tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas pengumpulan dan pemilahan sampah sekaligus memperkuat gerakan masyarakat di masing-masing daerah.
Salah satu implementasi dukungan tersebut terlihat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melalui penyerahan bantuan kendaraan pengangkut sampah yang ditampilkan dalam rangkaian kegiatan di Palembang. Kehadiran kendaraan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam proses pengumpulan dan pengelolaan sampah di lapangan.
Dengan cakupan penerima di lima provinsi, PT Pegadaian (Persero) berharap gerakan pilah sampah dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan lebih banyak masyarakat.
Novryandi menegaskan bahwa keberhasilan program lingkungan tidak hanya ditentukan oleh bantuan yang diberikan, tetapi juga oleh keberlanjutan gerakan setelah dukungan tersebut diterima.
“Kami ingin gerakan ini tidak berhenti pada seremoni penyerahan bantuan. Justru setelah bantuan diterima, gerakannya harus semakin besar. Lima provinsi yang mendapatkan dukungan ini diharapkan dapat menjadi contoh bahwa ketika masyarakat, organisasi, pemerintah, dan dunia usaha bergerak bersama, perubahan yang dimulai dari hal sederhana seperti memilah sampah dapat memberikan dampak yang jauh lebih luas,” ungkap Novryandi.
















