Bastion BKB Segera Direvitalisasi Sebagai Ruang Wisata Sejarah Yang Edukatif dan Menarik

oleh

 

KRSumsel.com, Palembang-Pemerintah Kota Palembang terus mematangkan langkah revitalisasi kawasan bersejarah Benteng Kuto Besak (BKB). Melalui Asisten I Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin, Pemkot kembali menggelar rapat Finalisasi Revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak di Ruang Rapat II Setda Kota Palembang, Senin (27/7).

​Revitalisasi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Wali Kota Palembang dan Pangdam II/Sriwijaya. Kerja sama teknis tersebut kemudian dituangkan melalui Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKS-T) antara Kodam II/Sriwijaya dan Dinas Pariwisata Kota Palembang.

​Fokus utama kolaborasi ini adalah menata dan membuka area dalam Bastion agar dapat diakses oleh publik sebagai ruang wisata sejarah yang edukatif, menarik, dan ramah pengunjung.

​Dokumen Detail Engineering Design (DED) sebagai acuan teknis sejatinya telah diselesaikan oleh Dinas Kebudayaan Kota Palembang. Meski demikian, Sulaiman menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan wajib mengedepankan prinsip kehati-hatian mengingat BKB merupakan bangunan Cagar Budaya Nasional dengan nilai sejarah yang sangat tinggi.

​Untuk memastikan penataan tetap berada dalam koridor pelestarian yang benar, Pemkot Palembang menggandeng tim ahli dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) serta Tim Ahli Cagar Budaya.

​”Kami mendatangkan ahli pelestarian, Dr. Kriswandono dari Semarang. Dokumen DED yang sudah ada akan di-review kembali sesuai masukan beliau, lalu disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan,” ujar Sulaiman Amin.

​Sulaiman juga menambahkan bahwa pihak Kodam II/Sriwijaya memberikan dukungan penuh terhadap agenda penataan kawasan bersejarah ini. Setelah proses review rampung, tahap fisik revitalisasi akan segera dimulai.

​”InsyaAllah, seluruh proses revitalisasi ini bisa selesai tahun ini sesuai dengan target yang kita harapkan,” pungkasnya (edi).