Krsumsel.com, Medan – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memiliki stok sekitar 1,2 juta liter Minyakita guna menjaga ketersediaan pasokan minyak goreng di pasar sekaligus mendukung stabilitas harga di daerah tersebut.
“Stok Minyakita itu segera disalurkan, baik melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) maupun saluran distribusi lainnya,”ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Rabu (15/7).
Budi mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan Minyakita, karena stok yang dimiliki Bulog masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasokan di pasar.
Ia mengimbau agar masyarakat membeli Minyakita di toko atau gerai yang memasang spanduk atau logo Bulog agar memperoleh produk sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
“Jika masyarakat menemukan Minyakita dijual di atas HET, sebaiknya tidak membelinya. Carilah toko yang menjual sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah,”katanya.
Baca juga: SPPG Batam Mulai Salurkan MBG Kembali Pekan Depan
Menurut dia, apabila masyarakat konsisten tidak membeli Minyakita yang dijual di atas HET, pedagang diharapkan akan menyesuaikan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Budi mengatakan, tambahan pasokan Minyakita dari 11 produsen minyak goreng dilakukan untuk memperkuat ketersediaan stok sekaligus meningkatkan penyaluran ke pasar.
Ia mengatakan, penyaluran Minyakita oleh Bulog Sumut pada Juni 2026 telah mencapai sekitar dua juta liter, meningkat dibandingkan sebelumnya 1,7 juta liter, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilisasi pasokan dan harga minyak goreng.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, Bulog Sumut juga terus mengawasi kualitas Minyakita melalui proses pengendalian mutu yang diterapkan oleh para produsen.
Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan proses higienitas dan keamanan pangan telah memenuhi standar yang ditetapkan Karena pihaknya mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas Minyakita yang beredar di pasaran.(net)














