KRSumsel.com, Palembang – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Usai menyabet gelar TPAKD Terbaik Tingkat Provinsi Wilayah Sumatera pada TPAKD Award 2025, Sumsel kini kembali lolos seleksi nasional dan melaju ke tahap Virtual Assessment TPAKD Award 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Capaian ini menjadi bukti konsistensi Pemprov Sumsel bersama OJK, Bank Indonesia, DJPb, BPS, Balai Karantina, pemerintah kabupaten/kota, serta industri jasa keuangan dalam memperluas akses keuangan inklusif dan menggerakkan ekonomi daerah.
Dalam tahapan Virtual Assessment, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru memaparkan langsung strategi dan inovasi TPAKD Sumsel di hadapan Tim Penilai Utama—yang terdiri dari unsur OJK, Kemenko Perekonomian, Kemendagri, Kemenkeu, akademisi, hingga Tony Blair Institute.
Pada kesempatan tersebut, Sumsel mengusung Program 100.000 Sultan Muda sebagai flagship program. Program ini dirancang selaras dengan Asta Cita Presiden, RPJMN 2025–2029, dan prioritas pembangunan daerah.
“Program 100.000 Sultan Muda bukan sekadar program biasa, melainkan ekosistem kewirausahaan terintegrasi. Kami tidak hanya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, tetapi juga memperkuat kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan, mendorong digitalisasi, hingga membuka akses pasar global bagi wirausaha muda,” tegas Herman Deru.
Implementasi program ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang solid. Beberapa pilar utama yang menjadi motor penggerak ekosistem ini meliputi:
Sultan Muda XporA & Ketertelusuran Ekspor: Menghubungkan komoditas unggulan Sumsel langsung ke pasar internasional.
Sultan Muda Sumsel Center: Pusat kolaborasi dan akselerasi ekonomi daerah.
Kartu Anggota & Kredit Sultan Muda: Instrumen khusus untuk mempermudah akses pembiayaan produktif bagi generasi muda dan UMKM.
Hingga Juli 2026, Program 100.000 Sultan Muda telah mencatatkan dampak signifikan:
Baca juga: BBWS Mesuji Sekampung Optimalkan Bendungan untuk Antisipasi Dampak Kekeringan
10.951 Anggota terdaftar dalam jaringan.
182 Kegiatan pelatihan dan pendampingan telah digelar.
56.600+ Peserta terserap dalam berbagai program.
Penguatan Ekspor Komoditas: Mendorong komoditas unggulan seperti kopi dan produk turunan kelapa menembus pasar global sekaligus meningkatkan penyaluran pembiayaan produktif di Sumatera Selatan.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menyampaikan bahwa OJK terus menjalankan perannya sebagai ecosystem enabler dalam penguatan ekosistem kewirausahaan melalui Sultan Muda Sumsel Center (SMSC). SMSC dikembangkan sebagai pusat kolaborasi yang mengintegrasikan pemerintah, industri jasa keuangan, akademisi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong pengembangan UMKM yang berdaya saing dan berorientasi ekspor.
Berbagai upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi sektor keuangan terhadap pembangunan daerah, tercermin melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi, penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan, membaiknya gini ratio, serta meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sumatera Selatan.
Keikutsertaan dalam Virtual Assessment TPAKD Award 2026 sekaligus menjadi momentum bagi Sumatera Selatan untuk melanjutkan estafet prestasi yang telah diraih pada tahun sebelumnya.
Ajang ini juga menjadi sarana untuk menunjukkan komitmen, inovasi, dan sinergi daerah dalam memperluas akses keuangan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain berhasil melaju pada tahapan Virtual Assessment TPAKD Award 2026, pada 28 Juli 2026 Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga telah mengikuti tahapan wawancara dan penjurian Financial Literacy Award (FLA) 2026 sebagai tiga besar finalis nasional.
Melalui kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mempresentasikan berbagai inovasi penguatan literasi keuangan yang terintegrasi dalam Program 100.000 Sultan Muda sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. (edi)
















