Pemkab Pasaman Barat Siapkan Fasilitas Rumah Tunggu Kelahiran Bagi Ibu Hamil

oleh

Simpang Empat, Krsumsel.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat Sumatera Barat telah menyiapkan fasilitas Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di dekat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk ibu hamil beresiko tinggi yang tinggal jauh dari akses layanan kesehatan.

“RTK disiapkan agar ibu hamil dari daerah terpencil dapat lebih dekat dengan layanan kesehatan menjelang persalinan,”kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, Minggu (17/5).

Dia mengharapkan masyarakat bisa memanfaatkan RTK ini agar ibu yang baru melahirkan dapat terlayani dengan baik karena dekat dengan RSUD.

Pihaknya akan terus menyosialisasikan RTK ini kepada masyarakat agar bisa memanfaatkannya agar penanganan ibu hamil yang beresiko dapat dilakukan dengan optimal.

Dia menyoroti peristiwa yang terjadi di Nagari Batahan Utara Ranah Batahan beberapa waktu lalu. Seorang anak meninggal dunia setelah sang ibu harus ditandu menuju akses transportasi saat hendak melahirkan.

Baca juga: Serbu CFD Palembang, Warga Rela Antre Demi Sensasi Terbang Gratis!

“Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi Pemkab Pasaman Barat sekaligus bahan evaluasi bersama seluruh pihak,”katanya.

Dia menegaskan, tenaga kesehatan di Rura Patontang telah berupaya menjalankan pelayanan sesuai standar operasional yang berlaku. Namun, kondisi jalan menuju wilayah tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kondisi darurat.

“Wilayah seperti Rura Patontang memang memiliki akses yang cukup sulit. Selama ini bidan desa terus melakukan edukasi kepada ibu hamil agar segera menghubungi petugas kesehatan ketika tanda-tanda persalinan mulai muncul, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,”ujarnya.

Pemkab selama ini terus berupaya memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, terutama di wilayah dengan akses terbatas. Salah satunya melalui pemetaan daerah sulit jangkauan agar pelayanan kesehatan tetap hadir hingga ke pelosok.

Saat ini di Jorong Rura Patontang telah tersedia satu unit polindes yang dilengkapi tenaga bidan desa, obat-obatan, serta perlengkapan kesehatan dasar untuk melayani masyarakat setempat.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah melengkapi fasilitas puskesmas pembantu (pustu) di wilayah Pengambiran agar ke depan dapat difungsikan sebagai lokasi pelayanan persalinan yang lebih dekat bagi masyarakat sekitar.(net)