KRSumsel.com, Palembang – Melihat tingginya animo masyarakat dan dampak positif bagi sektor pariwisata serta UMKM di sekitar lokasi, Ratu Dewa memberikan sinyal kuat bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti di tahap uji coba saja.
Pemerintah Kota Palembang kini tengah mengkaji serius rencana untuk menjadikan CFD Jembatan Ampera sebagai agenda tetap setiap minggu.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Palembang sebagai kota yang ramah pejalan kaki sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi kreatif di jantung kota.
Minggu pagi di Palembang kini punya warna baru: Sehat, bahagia, dan penuh kebersamaan di atas Jembatan Ampera dengan hadirnya pengunjung yang berdatangan dari Pagar Alam, Muratara, Bangka Belitung, bahkan Banjarmasin. CFD Ampera seakan menjelma destinasi wisata baru, menarik perhatian lintas daerah
Baca juga: BKHIT Babel Bentuk Tim Kesehatan Hewan Kurban
Ratu Dewa mengucapkan rasa syukurnya “Alhamdulillah, luar biasa sekali. Masyarakat sangat antusias. Ternyata bukan hanya warga Palembang, tapi juga wisatawan dari luar kota,” terangnya. Minggu (10/5/26)
Ratu Dewa berkomitmen menjadikan CFD Ampera sebagai agenda mingguan. Ia menekankan pentingnya ruang publik yang sehat, aman, dan menyenangkan.
“Ini upaya kita menciptakan masyarakat yang sehat dan bahagia. Jika sebelumnya hanya setahun sekali, ke depan kita rencanakan setiap minggu,” ujarnya optimis.
Menurutnya, CFD bukan sekadar olahraga, tapi juga wadah silaturahmi, mempererat kebersamaan warga. Meski menyedot perhatian ribuan orang, Pemkot Palembang tetap sigap menjaga kelancaran lalu lintas.
Dishub bersama Polri mengatur pengalihan arus, Satpol PP menjaga ketertiban, dan tokoh masyarakat ikut mendukung agar CFD berjalan tertib.
Ratu Dewa pun meminta maaf atas dampak penutupan jembatan Ampera ini “Kami mohon dukungan seluruh warga agar Jembatan Ampera benar-benar menjadi destinasi wisata baru yang membanggakan, rencananya, peresmian reguler CFD Ampera akan segera dimatangkan. Jika jadi agenda mingguan, bukan mustahil ikon Palembang ini akan dikenal sebagai salah satu ruang publik paling hidup di Indonesia.” pungkasnya. (edi)
















