Wapres Bagi-Bagi Sepeda ke Santri di Haul KH. Abd. Wahab Chasbullah

oleh

Jakarta, KRsumsel.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka membagikan dua sepeda kepada santri saat menghadiri pengajian umum dalam rangka Haul Ke-55 KH. Abd. Wahab Chasbullah di Yayasan PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur, Minggu (10/5).

Dipantau dari tayangan YouTube Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, awalnya di tengah-tengah sambutan, Gibran meminta panitia memilih satu santri perempuan dan satu santri laki-laki untuk menerima sepeda.

Sebelum sepeda diberikan, kedua santri diminta menjawab pertanyaan mengenai alasan mereka bangga menjadi santri.

“Ini tolong nanti dijawab, tidak ada jawaban yang salah ya. Pertanyaannya gampang. Apa yang membuat kamu bangga menjadi santri?”tanya Gibran.

Seorang santri laki-laki bernama Ahmad Alfir Ismail asal Magelang Jawa Tengah menyampaikan kebanggaannya menjadi santri karena termotivasi oleh tiga moto, yakni berakhlak, berilmu, dan berkiprah di masyarakat.

Baca juga: Kemenkumham Kepri Ambil Sumpah Tiga Anak Berkewarganegaraan Ganda

“Saya bangga menjadi santri karena dengan santri menjadikan saya termotivasi, terinspirasi dengan tiga moto yang saya pegang teguh dan saya pegang secara kuat, yang pertama yakni berakhlak, berilmu, dan juga berkiprah,”kata dia.

Ahmad menjelaskan, selama menimba ilmu di pondok pesantren, dia diajarkan sopan santun dan tata krama oleh para pengasuh dan masyayikh. Selain itu, dia juga memperoleh berbagai ilmu pengetahuan dari para guru di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Ahmad juga menyebut, nilai berkiprah di masyarakat dicontohkan oleh KH Abd. Wahab Chasbullah sebagai pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama sekaligus pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

Usai mendengar jawaban tersebut, Gibran terlihat kagum dan menyebut jawaban santri tersebut seperti debat calon presiden. “Wah ini kayak debat Capres ini,”kata Gibran disambut tawa para hadirin.

Sementara itu, santri perempuan bernama Indy Febrianti Valentina asal Jombang mengatakan dia bangga menjadi santri karena selain mencari ilmu juga dididik memiliki akhlak yang baik.

Dia menyampaikan, seorang santri juga harus mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memberi manfaat kepada masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

“Seorang santri itu tidak hanya yang menetap di pondok pesantren saja tetapi seorang santri itu yang mau memiliki sifat seperti seorang santri, yaitu dia memiliki adab kepada gurunya dan dia juga setelah keluar dari sekolahnya mencari ilmu dia menerapkan ilmunya di luar sana,”kata dia.

Menanggapi jawaban kedua santri itu, Gibran menilai para santri tersebut merupakan calon pemimpin masa depan. Menurutnya, masa depan pondok pesantren akan cerah dengan hadirnya generasi penerus tersebut.

“Ini jawabannya bagus-bagus ini. Calon pemimpin semua ini. Jadi tenang saja Pak Kiai, ini generasi-generasi penerusnya luar biasa, jadi masa depan Pondok ke depan cerah,”ujarnya.

Dalam sambutannya, Gibran mengatakan K.H Abd. Wahab Chasbullah merupakan seorang tokoh penggerak yang mewarisi semangat persatuan, cinta tanah air, keberanian berpikir maju, dan komitmen kuat untuk kemajuan bangsa.

“Makanya tadi Pak Kiai bilang wajib untuk semua santri di sini, bukan hanya santri Tambakberas ya untuk meneladani Mbah Kiai Wahab. Jadi santri-santri sebagai generasi penerus wajib meneladani beliau,”kata Gibran.

K.H Abd. Wahab Chasbullah yang merupakan pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama lahir di Jombang 31 Maret 1888 dan wafat pada 29 Desember 1971 pada usia 83 tahun.(net).