Lumajang, KRsumsel.com – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang Jawa Timur erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak pada Minggu (10/5) pagi.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.16 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl),”kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam keterangan yang diterima di Lumajang, Minggu (10/5).
Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. “Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 114 detik,”tuturnya.
Sebelumnya pada pukul 07.43 WIB, Gunung Semeru alami erupsi dan kolom erupsi tidak teramati karena tertutup kabut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 106 detik.
Baca juga: Kemenkumham Kepri Ambil Sumpah Tiga Anak Berkewarganegaraan Ganda
Sigit menjelaskan, Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga) dengan rekomendasi, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
“Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak,”katanya.
Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Dia juga mengimbau warga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,”ujarnya.(net)

















