RS Siloam Raih Sertifikasi Internasional Penanganan Stroke 

oleh

Tangerang, KRSUMSEL.COM – Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV) di Tangerang Banten menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi Clinical Care Program untuk Acute Ischemic Stroke dari Joint Commission International (JCI).

Hospital Director Siloam Hospitals Lippo Village dr Erick Prawira Suhardhi di Tangerang, Jumat (8/5) mengatakan, pencapaian ini mencerminkan kesiapan rumah sakit dalam menangani stroke secara komprehensif dan konsisten.

“Dalam penanganan stroke, kecepatan dan ketepatan sangat krusial. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa sistem kami mampu memberikan respon yang cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar internasional, sehingga dapat meningkatkan peluang pemulihan pasien secara signifikan,”ujar dr Erick dalam keterangannya.

Sertifikasi clinical care program certification (CCPC) katanya, merupakan pengakuan internasional bagi rumah sakit yang memiliki sistem penanganan stroke terintegrasi mulai dari respon kegawatdaruratan, diagnosis cepat, intervensi medis, hingga rehabilitasi pasien.

Standar ini tidak hanya menilai fasilitas, tetapi juga konsistensi tim medis dalam menjalankan protokol berbasis bukti (evidence-based) untuk menghasilkan outcome yang optimal.

Baca juga; Haerul Saleh, Anggota IV BPK Wafat Usai Rumah Kebakaran

Keikutsertaan SHLV dalam proses sertifikasi ini dilandasi komitmen untuk memastikan bahwa pasien stroke di Indonesia dapat memperoleh layanan dengan standar global tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri.

“Melalui kesiapan sistem stroke yang terstruktur, SHLV mampu memenuhi kriteria ketat JCI, termasuk kecepatan respon, koordinasi multidisiplin, serta pemantauan hasil klinis secara berkelanjutan,”ujarnya.

Ia mengatakan, stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di Indonesia. Data menunjukkan, setiap tahunnya ratusan ribu kasus stroke terjadi dengan banyak di antaranya berujung pada kecacatan permanen akibat keterlambatan penanganan.

Penanganan stroke iskemik akut membutuhkan tindakan segera untuk membuka kembali aliran darah ke otak. Tanpa penanganan yang cepat, kerusakan sel otak dapat terjadi dalam hitungan menit dan berdampak pada fungsi tubuh secara permanen.

Dukungan teknologi medis terkini serta protokol klinis yang terstandarisasi memungkinkan penanganan stroke dilakukan secara cepat, tepat, dan berkesinambungan.

“Kolaborasi tim dan kesiapan teknologi menjadi kunci utama. Kami memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang optimal sejak fase akut hingga pemulihan,”tambah dr Erick.(net)