Indralaya, KRsumsel.com – Disaat pihak terkait seperti Kepolisian, TNI, BMKG, Manggala Agni, Camat hingga Pemerintah Desa tengah sigap mencegah kebakaran hutan dan lahan sejak dini, justru Dinas BPBD Kabupaten Ogan ilir tarik kendaraan roda dua petugas kecamatan muara kuang.
Menurut satuan tugas kecamatan muara kuang (minta nama untuk tidak dituliskan) BPBD OI, kendaraan operasional kecamatan berupa motor, ditarik oleh Dinas melalui salah satu kepala bidang, dan sudah beberapa bulan lalu.
“Kendaraan operasional kami itu ditarik beberapa bulan lalu, bukan kami saja, tapi hampir semua kecamatan ditarik, namun kecamatan yang lain sudah dikembalikan, tinggal kecamatan kita yang belum dikembalikan,” jelasnya.
Baca juga: Pemkab Muba Sinergi dengan Lanal Palembang
Ditambahkannya juga, memang ada tawaran dari Dinas BPBD Oi untuk menukar motor dinas lain, namun saya tolak karena kondisi motor yang ditawarkan sangat tidak layak, mengingat luasan kecamatan dan kondisi jalan yang banyak rusak.
“Saya tolak tawaran motor dari dinas, karena saya fikir sangat tidak layak kalau mau dibandingkan dengan kendaraan operasional kita, apalagi kalau kondisi jalan dibeberapa desa dikecamatan ini banyak berlobang, dan jarak dari desa ke desa lain sangat jauh,” ujarnya.
Sembari menambahkan karena penolakan tersebut dirinya dipaksa untuk menanda tangani surat pernyataan kalau dirinya menolak bantuan motor operasional tetsebut, apalagi di 2026 ini informasinya ada penambahan Mobil dinas.
Sementara Kepala Dinas BPBD OI Edi rahmat saat di konfirmasi melalui pesan WA mengatakan,
Kendaraan dinas kita prioritaskan untuk pejabat/PNS di lingkungan Dinas BPBD untuk mobilitas penanggulangan bencana, karena sekarang BPBD sdh terisi semua jabatan struktural dan mereka tidak memiliki kendaraan dinas operasional.
Untuk kecamatan muara kuang sdh ditawarkan kepada yg bersangkutan kendaraan dinas roda dua yang lain tapi yang bersangkutan tidak bersedia.
Masih menurut Edi, saat ini mengingat wilayah rawan karhutla berada di 3 wilayah kecamatan yg cukup tinggi intensitasnya yakni pemulutan, pemulutan barat dan Indralaya utara dan banyak yg tidak dapat dijangkau dengan kendaraan dinas roda 4 maka perlu di standby kan kendaraan dinas roda 2 yang kondisinya cukup baik untuk mendukung operasional kegiatan pemadaman maupun penanganan karhutla dan kita akan segera mengaktivasi posko karhutla di wilayah simpang KTM rambutan, perlu dukungan peralatan dan kendaraan operasional.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dalam upaya memperkuat kesiap siagaan menghadapi musim kemarau tahun 2026, Polres Ogan Ilir menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada Senin (13/4) di Aula Penaluan Polres Ogan Ilir.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, dan dihadiri oleh berbagai unsur penting mulai dari BPBD, BMKG, Manggala Agni, instansi pemerintah, para camat, kepala desa, hingga perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah Ogan Ilir.
Rakor ini menjadi langkah strategis dalam menyatukan persepsi serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mencegah dan menangani Karhutla yang kerap terjadi setiap musim kemarau.(rul)














