KRSumsel.com, Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) resmi melaporkan kinerja keuangan tahun 2025 di tengah dinamika pasar semen nasional yang menantang.
Merujuk data Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI), volume produksi semen nasional mengalami kontraksi sebesar 4,5%, turun dari 67,8 juta ton menjadi 64,7 juta ton, yang diikuti penurunan penjualan domestik sebesar 1,5%.
Kondisi ini dipicu oleh pelemahan daya beli, anomali cuaca dengan curah hujan tinggi yang menghambat konstruksi, serta melambatnya sejumlah proyek infrastruktur. Tantangan kian kompleks dengan adanya oversupply yang memperketat persaingan pasar.
Direktur Utama SBI, Rizki Kresno Edhie Hambali, menegaskan bahwa kondisi ini justru menjadi momentum penting bagi Perseroan.
“Tahun 2025 adalah tahun transformasi. Melalui sinergi dengan SIG selaku induk usaha, kami fokus memperkuat resiliensi dan efisiensi untuk tetap tumbuh di tengah tekanan industri,” ujarnya. Rabu (01/04/26)
Dikatakannya, sebagai bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Solusi Bangun Indonesia melaksanakan strategi transformasi yang berfokus pada optimalisasi operational excellence, peningkatan pengelolaan pemasaran dan penjualan, serta program efisiensi biaya di berbagai lini untuk menjaga fundamental dan profitabilitas di tengah tekanan industri.
Baca juga: Komisi VII DPR Usulkan Penambahan Dua Dermaga di Pelabuhan Bakauheni
Strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten sejak semester kedua tahun 2025 tersebut, membantu Solusi Bangun Indonesia membukukan volume penjualan semen dan terak sebesar 12,1 juta ton dan pendapatan tercatat Rp10,7 triliun. Beban pokok pendapatan tercatat Rp. 8,32 triliun, EBITDA mencapai Rp. 1,87 triliun, laba periode berjalan mencapai Rp659 miliar.
“Pada aspek operational excellence, kami meningkatkan efisiensi produksi, optimalisasi energi dan bahan bakar alternatif. Sedangkan pengelolaan pemasaran dan penjualan difokuskan pada penguatan merek dan saluran distribusi terutama di area-area dengan marjin tinggi. Strategi tersebut diperkuat dengan program efisiensi biaya untuk pengendalian biaya yang terukur dan penurunan beban keuangan,” ungkap Rizki Kresno.
Lebih lanjut, Rizki Kresno Edhie Hambali menerangkan bahwa program efisiensi yang dijalankan secara disiplin berkontribusi menurunkan beban keuangan sebesar 34,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penguatan struktur permodalan dan percepatan pembayaran pinjaman, membuktikan ketahanan Perseroan dalam menjaga kesehatan neraca dan likuiditas Perseroan.
Rizki Kresno Edhie Hambali menambahkan, dalam sinergi bersama SIG, Solusi Bangun Indonesia optimis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan melalui sejumlah inisiatif strategis dan inovasi.
Salah satu langkah strategis tersebut yaitu proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur yang merupakan bagian dari kerja sama strategis Perusahaan dengan Taiheiyo Cement Corporation.
”Fasilitas dengan kapasitas ekspor 500 ribu hingga 1 juta ton semen ini ditargetkan untuk mulai operasional pada pertengahan tahun 2026,” ungkap Rizki Kresno.
Selain ekspor, kerja sama strategis dengan Taiheiyo juga dilakukan untuk mengembangkan lini bisnis soil stabilization (stabilisasi tanah), untuk menjawab tantangan di industri konstruksi sekaligus menciptakan pasar baru guna membuka peluang pertumbuhan. (edi)















