Bandung, KRsumsel.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Jawa Barat mencatat arus lalu lintas di Jalur Nagreg tercatat sekitar 60 ribu kendaraan pada Kamis (19/3) dini hari dari pukul 00.00 WIB hingga 08.00 WIB.
Pejabat Humas Dinas Perhubungan Eric Alam Prabowo di Bandung menyampaikan, lonjakan kendaraan sejak dini hari cukup tajam dan setara dengan 50 persen jumlah kendaraan H-3.
“Sudah sekitar 60 ribu lebih kendaraan yang tercatat dari mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 8.00 WIB pagi, melonjak cukup tinggi bahkan sudah setengahnya dari jumlah H-3,”jelasnya, Kamis (19/3) siang.
Ia menjelaskan, padatnya volume kendaraan sempat menimbulkan antrean di beberapa titik, tetapi durasinya relatif singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: 21 Maret, TNBTS Buka Kembali Aktivitas Wisata di Ranu Regulo
Ia juga menyebut, tingginya mobilitas pengendara di jalur lintas Nagreg ini didominasi oleh pemudik yang berangkat menuju ke arah timur, baik Tasikmalaya, Ciamis, atau Jawa Tengah.
“Jadi memang sempat ada beberapa, dua kali antrean, namun memang durasinya tidak begitu panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Dishub sendiri menyebut jumlah kendaraan roda dua masih tinggi dan mendominasi jalur mudik dengan persentase 69 persen.
“Dominasi masih roda dua dengan presentasi sekitar 69 persen tadi pagi,”jelasnya.
Pihaknya menambahkan, petugas Dishub bersama kepolisian akan terus melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan, terutama di kawasan turunan dan tikungan, untuk memastikan arus tetap lancar.
Masyarakat yang menggunakan jalur darat diimbau memperhatikan rambu lalu lintas, menjaga keselamatan berkendara, serta mengikuti arahan petugas, agar perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.(net)


















