Ternate, Krsumsel.com – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Maluku Utara (Malut) melakukan pendampingan dan sertifikasi komoditas perikanan berupa kerang dara hidup (Live Blood Cockle) sebanyak 300 kg yang akan diekspor ke Thailand.
“Kami melakukan pendampingan dan pemeriksaan komoditas, untuk memastikan kualitasnya agar sesuai dengan persyaratan karantina negara tujuan dan menghindari penolakan atau Notification of Non Compliance (NNC),”kata Kepala Karantina Maluku Utara, Sugeng Prayogo dalam siaran pers di Ternate, Senin (23/2).
Petugas Karantina Maluku Utara melakukan pengawasan dan pemeriksaan di Instalasi Karantina Ikan (IKI) di PT Mitra Jaya Malut pada 21 Februari dini hari, kemudian pengiriman dilakukan esok harinya pada tanggal 22 Februari pagi hari.
Sebelum dikeluarkan sertifikat karantina ekspor (health certificate), petugas karantina melakukan pengawasan dan pemeriksaan kembali terhadap kerang dara yang sudah dikemas di kargo Bandara Sultan Babullah, guna memastikan komoditas memenuhi persyaratan negara tujuan.
Baca juga: Gempa Bumi Dangkal Kuncang Buton Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Sugeng menambahkan, untuk menjamin mutu dan keamanan produk, petugas karantina melakukan pemeriksaan menyeluruh, baik secara fisik maupun klinis terhadap kerang dara, serta memverifikasi kelengkapan dokumen ekspor.
Pelayanan juga dilaksanakan secara cepat dan efisien melalui integrasi sistem dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggunakan sistem Single Submission (SSM) QC.
Menurut dia, konsistensi pengawasan dari hulu hingga hilir merupakan kunci dalam menjaga kepercayaan pasar global.
“Ini merupakan komitmen kami bersama-sama pelaku usaha dan juga instansi terkait, dalam menjaga keamanan dan kualitas produk perikanan dari Maluku Utara di pasar internasional,”tegasnya.
Pengiriman komoditas ke Thailand tersebut telah berlangsung beberapa kali, hal ini menunjukkan adanya potensi kelautan dari Maluku Utara sekaligus mampu memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan internasional secara berkelanjutan, sehingga mampu bersaing di pasar global.
Melalui pengawasan yang berkelanjutan, Sugeng berharap, ekspor kerang dara tersebut dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(net)

















