KRSumsel.com, Palembang – Pada rapat Koordinasi, Capacity Building, dan High Level Meeting (HLM) Bank Indonesia (BI) Sumsel bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik dalam pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi yang menjadi momentum Sumsel memborong lima penghargaan nasional.
Rapat ini dihadiri kepala daerah dari 17 kabupaten/kota Sumatera Selatan (Sumsel) yang dibuka langsung Herman Deru Gubernur Sumatera Selatan juga dihadiri Bambang Pramono Kepala BI Perwakilan Provinsi Sumsel juga Arifin Susanto Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan dengan agenda pengamanan pasokan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 serta penguatan digitalisasi transaksi pemerintahan daerah.
Herman Deru memberikan apresiasinya atas sinergi kuat antara pemerintah daerah, BI, OJK, dan dunia usaha yang dinilainya menjadi motor penguatan stabilitas ekonomi Sumsel selama ini.
“Ini bukan sekadar forum seremonial, tetapi ruang membaca data, menilai kondisi, dan menentukan kebijakan yang tepat,” jelasnya.
Baca juga: 15.300 Warga Agam Mengungsi Akibat Bencana Hidrometeorologi
Menurutnya, Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) menjadi kunci ketahanan pangan daerah di tengah potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu produksi dan distribusi.
“Kemandirian pangan adalah jawaban atas risiko inflasi. Jika suplai kuat, harga bisa dijaga,” ungkapnya.
Herman Deru soroti kemajuan dan percepatan digitalisasi dalam lima tahun terakhir, pengentasan blank spot hingga keterlibatan siswa SMK yang merakit penguat sinyal menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga inovasi masyarakat.
“Sumsel menjadi salah satu provinsi dengan performa digitalisasi terbaik. Ini hasil kerja kolektif, termasuk dukungan perbankan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) menjadi kunci ketahanan pangan daerah di tengah potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu produksi dan distribusi.
“Kemandirian pangan adalah jawaban atas risiko inflasi. Jika suplai kuat, harga bisa dijaga,” tegasnya. Nih
Bambang Pramono selaku Kepala BI Perwakilan Sumsel sampaikan potensi tekanan harga pada sejumlah komoditas akhir tahun seperti beras, ayam, telur, dan cabai serta pentingnya koordinasi lintas daerah untuk menjaga pasokan tetap lancar sehingga inflasi bisa dikendalikan.
Pada kegiatan itu juga mengumumkan penghargaan yang telah dicapai Provinsi Sumsel yang meraih TPID terbaik, TP2DD terbaik, TPAKD terbaik, serta penghargaan People of The Year 2025 yang diberikan kepada Gubernur Herman Deru sebagai tokoh pemberdaya pangan.
Kota Palembang juga meraih predikat TPID berkinerja terbaik se-Sumatera yang mengukuhkan posisi Sumsel sebagai provinsi dengan kinerja unggul dalam pengendalian inflasi, ketahanan pangan, dan digitalisasi ekonomi daerah yang sekaligus menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, BI, OJK, dan seluruh pemangku kepentingan. (edi)

















