Komisi II DPRD OI Dukung Ketahanan Pangan Dengan Berkebun Anggur

oleh

Indralaya, KRsumsel.com – DPRD Kabupaten Ogan Ilir melalui Ketua Komisi ll Amir Hamzah, menyambut baik langkah petani anggur yang juga salah satu staf di DPRD OI Taufik dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah dengan berkebun anggur.

“Program ketahanan pangan tidak hanya padi dan jagung, tetapi juga bisa dikembangkan melalui anggur, Ke depan akan kita koordinasikan agar tanaman anggur ini bisa diluncurkan secara resmi, apalagi dari dinas pertanian Pemkab Ogan Ilir menyambut baik terkait hal ini,” ujar Amir.

Ia menambahkan, pasar anggur dari Ogan Ilir sudah mulai dilirik pembeli dari luar daerah, sehingga peluang pengembangan usaha ini sangat terbuka lebar.

“Nutrisi dari anggur luar biasa. Nanti akan di tanam di rumah dinas bupati. Selain itu secara ekonomi prospeknya sangat luar biasa,” ujar Amir saat berada di kebun anggur.

Baca juga: Duel Maut Pakai Sajam di Indralaya, Seorang Pria Tewas 

Di Bogor, kayanya ada personal branding, dimana setiap kecamatan ada tanaman komunitas yang menjadi ciri khas. Setiap kecamatan berbeda. Itu yang coba untuk di terapkan di Ogan Ilir.

SementarabTaufik Rahman yang menanam berbagai jenis bibit anggur yang didatangkan dari Ukraina, Jepang, Thailand, hingga Amerika Serikat, tanaman anggur yang ia kelola, saat ini berusia sekitar delapan bulan.

Menurut Taufik, tanaman anggur sudah mulai berbunga setelah 3,5 bulan masa penanaman. Saat ini anggur miliknya sudah mulai berbuah.

Beragam jenis bibit anggur ditanam di lahan ini, di antaranya Jupiter, Harold, Taldun, Shin Muscat, Dubosky Pink, Everest, Gozv, Transfiguration, Banana, Basanti, Casanova, Julian, Moondrop, dan Akademik.

Masing-masing jenis memiliki karakteristik dan rasa unik, sehingga menarik minat banyak pecinta anggur.

“Kunci tanam anggur itu harus mengerti nutrisi dan cara makannya, ada dua fase penting yaitu fase vegetatif dan generatif,” ujarnya.

Media tanam yang digunakan juga diracik secara khusus agar tetap gembur dan subur, Ia mencampurkan sekam bakar, sekam mentah, arang, kohe kambing, dan cacahan batang pisang, kemudian diaduk dengan tanah baru sebelum penanaman.

Dengan metode tersebut, tanaman anggur tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas.

Saat ini, Taufik memiliki sekitar 60 batang anggur yang sudah ditanam di lahan, ditambah 12 batang dalam pot. Selain menanam buah anggur dirinya juga menjual bibitnya.

Bibit yang dijual bervariasi, mulai dari harga Rp80 ribu hingga Rp2 juta per batang. Dengan perawatan rutin, setiap pohon bisa menghasilkan 10 sampai 20 kilogram buah setelah berusia di atas satu tahun.

Dalam hal pemupukan, Taufik menggunakan pupuk alami yang difermentasi dari berbagai sampah buah-buahan dengan tambahan cairan EM4.

Penyiraman dilakukan tiga kali sehari untuk menjaga kelembaban tanaman.

“Untuk fase vegetatif, pupuk harus tinggi nitrogen, sedangkan fase generatif memerlukan nutrisi khusus agar bunga dan buah terbentuk sempurna,” jelasnya.(rul)